Enam Rumah Butuh Bantuan, Banjir Pineleng Nyaris Makan Korban

PINELENG, OKE –
Enam rumah di Desa Pineleng Dua, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa terendam banjir. Ini dikarenakan, guyuran hujan deras selama kurang lebih enam jam, Sabtu (16/12) meluap. Bahkan, nyaris memakan korban.
Herman Alante salah satunya. Pria berusia 70-an ini hampir hanyut terikut arus air. Untung saja, masih bisa diselamatkan pihak keluarga. “Posisi Om Herman sudah terbawa arus air. Untung masih bisa terselamatkan,” beber Hukum Tua Pineleng Dua, Hengky Tangapo, saat ditemui di lokasi bencana.
Menurut Tangapo, saat terjadi bencana pihaknya langsung melaporkannya ke pihak kecamatan. “Kami tidak tidur karena warga takut terjadi susulan,” ungkapnya.
Di sisi lain, para rumah rusak berat masing-masing, Keluarga Kumeang – Rembet, Rembet – Palantung, Alante Palantung, Makalew – Palantung dan
Ibu janda Mandagi – Palantung. Sementara satu rumah lainnya hanya mengalami kerusakan ringan.

Penghuninya tak bisa berbuat banyak, selain hanya sibuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
“Tak disangka air cepat sekali naik sampai di dalam rumah. Beruntung tidak ada korban, hanya saja barang-barang kami beserta tersapu banjir,” kata Yoce Rembet,” salah korban.
Lebih parah lagi, lanjut Yoce, kue-kue yang dipersiapkan untuk hari raya Natal ikut hanyut. “Deng kukis natal baku iko,” ujarnya dengan nada bercanda.
Dia berharap ada perhatian dari pemerintah.
“Harapan kami agar ada perhatian dari pemerintah. Karena bukan sedikit kerugian yang kami alami. Kami sangat membutuhkan bantuan,” katanya.
Dia mentaksir, total kerugian yang timbul atas kejadian itu mencapai puluhan juta rupiah.
Hal yang sama diungkapkan Stenly Kumeang, Kepala Jaga setempat yang juga warga korban bencana. Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan. Dua tembok di bagian depan dan belakang rumah bobol diterjang air setinggi pinggang orang dewasa. “Kami di sini hanya mengharapkan kepedulian pemerintah baik kecamatan maupun daerah Kabupaten Minahasa. Apalagi, selain warga korban, saya juga anak buah mereka. Ya, kalau ada bantuan dari pemerintah kami bersyukur,” beber Stenly.
Dia merinci, kerugian yang dialami nyaris menyentuh angka Rp25 juta per rumah. “Tempat tidur, kursi sofa, barang elektronik semua hanyut dan rusak,” tukasnya.
Sampai berita ini diturunkan para pemilik rumah tampak masih melakukan pembersihan sisa-sisa lumpur di dalam rumah.
Sementara itu, Camat Pineleng Jonly Wua saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini sementara merekap sejumlah laporan dari para hukum tua Desa yang terkena bencana. “Iya, ini sementara mengumpul data untuk dilaporkan ke Tondano (Kantor Bupati, red),” tandasnya.

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 18 December, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *