INR ‘Tumbang’,JMM, JRK, LAS Menguat Dampingi JWS

MANADO, OKE –
Teka-teki terkait siapa yang bakal menunggangi ‘banteng’ di Pilkada Minahasa 2018 mulai menemui titik terang.

Sinyalemen peraih tiket papan satu menguat ke petahana sekaligus ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI-P Minahasa, Jantje Wowiling Sajow (JWS).
JWS diprediksi menjadi paling kuat diusung sebagai calon bupati dari partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Sementara itu, tensi persaingan sederet figur merebut tiket calon wakil bupati semakin meninggi. Tercatat, dari delapan kandidat yang mengikuti fit and propertest (FPT) di Jakarta belum lama ini, kini mengerucut pada tiga nama. Menariknya, nama Imelda Novita Rewah (INR) yang digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon yang kuat mendampingi JWS tidak masuk daftar tiga besar. Anggota DPRD Minahasa dari Fraksi Golkar itu disingkirkan dua kader internal PDIP. Masing-masing, Wakil Ketua DPD PDIP Bidang Pemenangan Pemilu (BAPPILU) Lucky Aldrin Senduk (LAS) dan Bendahara DPC PDIP Minahasa, Jeany Marho Mumek (JMM). Sedangkan, satu kandidat lainnya berasal dari birokrat sekaligus Sekda Minahasa Jeffry Robby Korengkeng (JRK).

“Kalau calon bupati Pak JWS. Sedangkan tiga bakal calon wakil bupati lainnya, JMM, LAS dan JRK,” ungkap sumber terpercaya, kepada OkeManado, baru-baru ini.

Lanjut sumber, dari nama-nama yang disebut tinggal menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Apakah menetapkan unsur DPD, DPC atau birokrat untuk posisi papan dua. “SK-nya dalam waktu dekat ini. Khusus untuk INR, seperti disampaikan Ketua DPD pak Olly Dondokambey pada Ibadah Natal PDIP Sulut di Tondano, Senin (4/12), yakni tidak mau mengambil kader partai lain untuk Pilkada Minahasa,” tutur sumber.

Sementara itu, Ketua BAPPILU Lucky Aldrin Senduk saat dikonfirmasi menanggapi santai. “Sah-sah saja bila ada prediksi atau info tersebut. Karena mereka semua yang disebut telah mengikuti proses dan mekanisme partai yang berlaku,” kata Senduk.

Diketahui, sebelumnya Ketua DPD PDIP Sulut Olly Dondokambey mengatakan, prioritas untuk calon bupati, ialah seorang petahana dan Ketua DPC.

“Sesuai arahan ketua umum, ibu Megawati, prioritas utama calon bupati itu Ketua DPC. Tapi meski Ketua DPC kalau tidak menjalankan tugas partai sesuai AD/ART tentu ada orang lain. Jadi kalau merasa sudah melakukan semua tugas dengan baik tidak perlu resah,” ujar Olly yang juga Gubernur Sulut itu.
Menurut Olly, siapa pun yang akan ditetapkan nanti berarti telah melalui pertimbangan yang matang dari DPP.
“Kita tunggu saja hasilnya,” tandasnya.

Di sisi lain, Olly yang merangkap Bendahara Umum DPP PDIP menegaskan pihaknya tidak suka mencaplok kader partai lain.
“Kita tidak membajak kader orang. Tidak pernah ada dalam sejarah PDI Perjuangan seperti itu,” tegas Olly.

Kecuali, lanjutnya, kader eksternal tersebut sudah terlebih dahulu mengundurkan diri dari partainya dan menjadi kader PDI-P. Pengecualian lainnya, kader tersebut sudah ada pembicaraan sejak awal dengan pimpinan partainya dan diizinkan untuk mencalonkan diri di PDI-P.

“Itu instruksi Ketua Umum prioritaskan kader internal sebagai calon yang akan diusung pada Pilkada serentak 2018. Itu arahan langsung ketua umum partai, jadi kalau kader orang tak ada. Sebab sekali lagi, kalau mau bajak kader orang kita (PDI-P, red) tidak mau,” tegasnya lagi.

Hal yang sama berlaku bagi kader partai yang ‘loncat pagar’. Kata Olly, PDI-P tak akan pernah menarik kembali kadernya yang sudah keluar jalur atau mencalonkan diri melalui partai lain. “Yang keluar ya keluar,” sindirnya.

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 7 December, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *