Bos Hotel Big Fish Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa Pieter Samuel saat mengikuti sidang beberapa waktu lalu.

MANADO, OKE – Sidang perkara pengerusakan Kantor Paris 88 memasuki tahapan pembacaan tuntutan, Selasa (5/12) di Pengadilan Negeri Manado.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pieter Samuel Bos Hotel Big Fish dengan hukuman 1 tahun penjara.

JPU Mudeng Sumaila dalam tuntutannya mengatakan, terdakwa dinilai bersalah melakukan tindak pidana. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 406 KUHP. Disertai juga Pasal 55 KUHP.

Selanjutnya, Majelis hakim yang diketuai Alfi Usup SH MH menunda sidang hingga Selasa (12/12) pekan depan dengan agenda penyampaian pledoi.

“Satu minggu cukup, untuk menyiapkan pledoinya. Kita tunda sidang hingga Senin 12 Desember dengan agenda pembacaan pledoi” kata Hakim Usup.

Meski tak sesuai harapan, pihak korban mengaku cukup puas atas tuntutan yang didakwa JPU kepada terdakwa.

“Tuntutan jaksa 1 tahun cukup puas. Walau harapan kami selaku korban harusnya lebih berat bisa dua tahun,” ungkap Suryono Wijoyo, pemilik bangunan Paris 88.

Menurutnya, sebagai tokoh masyarakat yang punya pendidikan tinggi dengan gelar insinyur teknik bangunan dan kandidat Doktor hukum serta punya kantor pengacara hukum, terdakwa seharusnya telah mengetahui resiko merusak bangunan orang.

“Harusnya tahu persis resiko merusak bangunan orang dan sama sekali tidak punya etiket baik untuk berdamai dan ganti rugi,” beber Suryono.

Dia berharap, majelis hakim dapat memutuskan seadil-adilnya.

“Kalau bisa melebihi tuntutan jaksa. Harapan kami dan kepercayaan kami yang mendalam pada tiga majelis hakim. Begitu juga para praktisi hukum, wartawan media baik cetak dan oneline serta LSM agar dapat turut mengawal kasus ini sampai mempunyai keputusan hukum yang tetap,” tandasnya.

Pasal 406 KUHP

(1) Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun 8 (delapan) bulan atau denda paling banyak Rp 4.500,- (empat ribu lima ratus rupiah).

(2) Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang, yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain.

Pasal 55 KUHP.

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
1o. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan tindak pidana itu;
2o. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan tindak pidana itu.
(2) Terhadap penganjur, hanya tindak pidana yang sengaja dianjurkan saja yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya .

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 5 December, 2017. Filed under Berita Utama,Bumi Totabuan,Kriminal,Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *