Satu Bulan Sidang Tuntutan Bos Hotel Big Fish Ditunda, Korban Bingung

Bos Hotel Big Fish saat duduk di kursi pesakitan

MANADO, OKE –
Kasus pengerusakan Kantor Paris 88 memasuki bulan ke-11 sejak dilaporkan ke Polda Sulut. Perselisihan yang ikut menjeret Bos Big Fish, Pieter Samuel sebagai terdakwa kini masuk ke delapan bulan persidangan. Terlalu lama, membuat kinerja institusi aparat penegak hukum baik kejaksaan dan pengadilan kembali dipertanyakan. Pasalnya, 25 Oktober silam, hingga kini sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan belum juga digelar. Tercatat, ada tiga kali sidang ditunda. Alasannya pun bermacam-macam. Mulai dari tidak sehatnya Jaksa Penuntut Umum (JPU), belum siapnya JPU dan berbagai alasan lainnya.
Kronologisnya, dalam sidang pembelaan (25/10), JPU meminta waktu menyusun dokumen guna melaksanakan tuntutan selama dua pekan. Permintaan tersebut Majelis Hakim yang diketuai Alfi Usup SH MH.
“Saya bingung juga. Kenapa sudah satu bulan sidang tuntutan belum terlaksana,” kata pemilik bangunan Paris 88, Suryono Wijoyo, saat dihubungi wartawan baru-baru ini.
Dia curiga ada permainan yang bisa saja merugikan pihaknya. Suryono pun meminta wartawan untuk mengawal terus gina mengawasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. “Dijanjikan minggu depan sudah rampung. Mohon dikawal. Soalnya di belakang terdakwa ada orang-orang berpangkat dan besar,” ungkapnya.

Suryono berharap, JPU dapat menuntut sesuai fakta-fakta yang ada dalam persidangan.”Hakim juga diharapkan memutuskan seadil-adilnya demi suatu kebenaran dengan mempertimbangkan kerugian korban, material dan inmaterial selama kasus berjalan,” tukasnya.

Sementara itu, JPU Mudeng Sumaila sampai saat ini enggan memberikan komentar. Wartawan sempat menghubungi hubungi via ponsel di nomor 085396545***, belum mendapat jawaban.

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 29 November, 2017. Filed under Berita Utama,Bitung,Breaking News,Budaya,Bumi Totabuan,Kriminal,Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *