Keterangan Ahli Pihak Terdakwa Pengerusakan Paris 88 Dinilai Tidak Relevan

Bos Big Fish, PS alias Pieter saat diadili di PN Negeri Manado, Selasa (4/10)

MANADO, OKE –
Sidang kasus pengerusakan bangunan milik Paris 88 memasuki bulan ke-enam. Kasus yang menjerat pemilik Hotel Big Fish PS alias Pieter kini mulai memasuki tahap akhir sidang. Dijadwalkan, masih ada satu lagi keterangan saksi ahli yang akan dihadirkan pihak terdakwa. Selanjutnya, sidang diagendakan pemeriksaan terdakwa, tuntutan, pembelaan terdakwa, pledoi dan vonis.

Sejauh ini, pihak terdakwa telah menghadirkan dua saksi ahli untuk meringankan. Sementara dari pihak korban menilai, keterangan ahli yang meringankan tidak relevan. “Dari dua saksi ahli meringankan pihak terdakwa, tidak membuktikan apapun. Sebab alasan saksi ahli pertama karena banyaknya pembangunan di kawasanan boulevard terutama pembangunan Mantos dan banyaknya mobil-mobil yang lalu-lalang yang mengakibat bangunan paris. Ini sangat tidak relevan karena dari ratusan bangunan hanya bangunan Paris 88 yang bersebelahan dengan Hotel Big Fish yang mengalami penurunan tanah dan mengalami kerusakan,” kata Suryono Wijoyo, pemilik bangunan Paris 88.

Dia juga menyentil keterangan saksi ahli kedua yang menyebut harus ada korban terlebih dahulu baru dikategorika perbuatan pidana. “Keterangan ini sungguh aneh bila harus jatuh korban dulu baru dikatagorikan perbuatan pidana . Saksi ahli sama sekali tidak dapat menjawab inti masalah pokok yakni karena pembangunan yang berdempetan dan pekerjaan fondasi yang tidak sesuai struktur 6 lantai. Sehingga mengakibatkan bangunan di samping rusak parah,” tandasnya.

Diketahui, dalam sidang yang digelat Selasa (4/10), menghadirkan Dr Johny Lembong SH MH sebagai saksi ahli Hukum Pidana guna meringankan pihak terdakwa.
Ahli dalam keterangannya, menyentil pasal yang digunakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 201 KUHP dan pasal 406 KUHP sebagai dasar dakwaan. Menurutnya pasal 201 KUHP akan baru memenuhi unsur pidana apabila sudah ada korban. Sementara, dalam kasus ini, tidak ada korban.

Tapi untuk pasal 406 KUHP, Dosen Fakultas Hukum Unsrat itu sepakat dijadikan sebagai dasar dakwaan.

Sontak, keterangan ini langsung ‘di-counter’ JPU Mudeng Sumaila. Meski tidak atau belum ada korban jiwa, menurut JPU, Pasal 201 ayat 1, 2 dan 3 sangat jelas mencantumkan unsur pidana bagi tindakan atau perbuatan yang ‘membahayakan’ baik bagi barang orang lain maupun nyawa orang lain.

Dengan demikian JPU pun mempertanyakan keterangan ahli yang menyebut unsur pidana baru bisa disematkan sejauh sudah ada korban.

Dua pekan sebelumnya juga digelar sidang mmendengarkan keterangan ahli bangunan Oscar Hans Kaseke. Dalam keterangannya, saksi ahli menyebutkan kalau kerusakan bangunan milik Paris 88 bukan disebabkan oleh pembangunan Hotel Big Fish.

Sebaliknya, usia bangunan yang relatif tua, menurut Keseke yang ahli bangunan dan laboratorium jalan itu, menjadi penyebab keretakan di beberapa bagian bangunan Paris 88.

Saksi ahli pun menilai kalau kerusakan turut disebabkan oleh maraknya pembangunan di sekitaran Mantos yang jaraknya relatif dekat dengan Paris 88 juga dengan Big Fish.

Penilaian ini sangat bertolak belakang dengan penilaian saksi ahli dari JPU. Beberapa waktu lalu saksi dari JPU Veronica Kumurur mengungkapkan kalau pembangunan di Mantos tidak mempengaruhi kondisi bangunan di sekitaran termasuk di Paris.

Yang mengejutkan saat JPU Mudeng Sumaila menanyakan apakah saksi ahli pernah atau sempat melihat kondisi bangunan Paris 88 dari dalam.

“Saya hanya melihat dari foto dan tidak pernah masuk ke dalam,” jawab saksi ahli.

JPU mempertanyakan juga penilaian saksi ahli yang mengatakan kalau kerusakan bangunan Paris 88 karena struktur bangunan yang tidak sesuai teknis, saksi hanya menjawab kalau sejauh pengamatannya bangunan tidak memiliki dinding bertulang.

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 5 October, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Bumi Totabuan,Kriminal,Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *