Sidang Bos Big Fish, JPU ‘Counter’ Keterangan Ahli

Saksi ahli menyalami Kuasa Hukum Terdakwa usai memberikan keterangan/Foto: okemanado/Ignazio

MANADO,OKE – Sidang kasus pengrusakan Kantor Paris 88 kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (3/10). Perkara yang turut menyeret terdakwa Bos Hotel Big Fish Manado PS alias Pieter, menghadirkan saksi ahli Hukum Pidana, Dr Johny Lembong SH MH.

Dalam keterangannya, saksi ahli menyentil pasal yang digunakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 201 KUHP dan pasal 406 KUHP sebagai dasar dakwaan. Menurutnya pasal 201 KUHP akan baru memenuhi unsur pidana apabila sudah ada korban. Sementara, dalam kasus ini, tidak ada korban.

Tapi untuk pasal 406 KUHP, Dosen Fakultas Hukum Unsrat itu sepakat dijadikan sebagai dasar dakwaan.

Sontak, keterangan ini langsung ‘di-counter’ JPU Mudeng Sumaila. Meski tidak atau belum ada korban jiwa, menurut JPU, Pasal 201 ayat 1, 2 dan 3 sangat jelas mencantumkan unsur pidana bagi tindakan atau perbuatan yang ‘membahayakan’ baik bagi barang orang lain maupun nyawa orang lain.

Dengan demikian JPU pun mempertanyakan keterangan ahli yang menyebut unsur pidana baru bisa disematkan sejauh sudah ada korban.

Sidang yang dipimpin Ketua majelis hakim Alfi Usup, SH, MH akan dilanjutkan pekan depan.

YOUNGKY

Comments

comments

Posted by on 3 October, 2017. Filed under Kriminal. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *