Tanpa JWS-IvanSa, Pesta Rakyat Pineleng Dua Meriah

Disaksikan Tokoh Agama Pastor Albertus Sujoko MSC, Ketua BPD Hoyke Makawawung dan para Hukukm Tua tetangga, Camat Pineleng Jonly Wua dan Hukum Tua Pineleng Dua Hengki Tangapo memasang lilin 30 tahun.


PINELENG, OKE – Pesta rakyat peringatan HUT Desa Pineleng Dua ke-30, Minggu (1/10) berlangsung meriah. Meski tanpa dihadiri Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang (IvanSa), tidak mempengaruhi semarak dan semangat masyarakat Pineleng Dua.

Hal ini ditandai dengan suksesnya acara tersebut dan dihadiri ribuan masyarakat.

Acara ini merupakan puncak dari berbagai kegiatan yang dihelat selama dua pekan terakhir.

“Ini kan torang pe acara (acara ini milik masyarakat Pineleng Dua). Biar bupati deng wabub nda datang tetap torang musti beking lebe meriah (walaupun bupati dan wakil bupati tidak hadir, acara ini harus dibuat lebih meriah lagi),” bisik sejumlah warga saat mendengar sambutan Camat Pineleng Jonly Wua yang turut menyampaikan permintaan maaf tidak hadirnya bupati.

Informasi yang diterima, panitia memang telah mengundang Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah untuk hadir pada acara tersebut. Nyatanya, yang hadir dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa hanya Kepala Dinas Pangan Wenny Talumewo. Itu pun karena yang bersangkutan bersomisili di Desa Pineleng Dua.

“Iyo. Ada undang samua pa dorang. (Iya, mereka semua diundang),” beber salah satu panitia pelaksana.

Sebelumnya, pembukaan kegiatan diawali lomba olahraga, seni budaya dan kegiatan pembinaan berupa lomba taat pajak antar jaga (lingkungan). Tak hanya itu, ada juga kegiatan sosial yang diselengggarakan dan dialog bersama Anggota DPRD Provinsi Sulut Jeanny Mumek.

Sementara itu, Hukum Tua Pineleng Dua Hengki Tangapo memaparkan kinerjanya saat dilantik lima bulan silam.

Camat Pineleng Jonly Wua, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati dan Wakil Bupati Minahasa.

“Bupati Minahasa menyampaikan permintaam maaf atas padatnya agenda pada hari minggu. Hingga saat ini, pak bupati sementara menghadiri kegiatan di salah satu desa di Kecamatan Kakas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Wua mengapresiasi kegiatan acara tersebut.

“Jangan melupakan sejarah. Acara-acara seperti ini harus ada tiap tahun,” tutur Wua.

Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada Hukum Tua dan panitia pelaksana.

“Karena dari serangkaian lomba, ada satu yang paling saya suka. Yakni lomba pelunasan Pajak Bumi Bangunan. Ini patut menjadi contoh yang baik,” katanya.

Dia pun memuji kinerja Hukum Tua Pineleng Dua Hengki Tangapo.

“Pak Hengki Tangapo mempunyai semangat, inovasi serta kreasi. Memang tidak mudah menjadi kepala desa, namun harus dikembangkan,” tandasnya.

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 2 October, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Budaya,Minahasa,Pemerintahan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *