Bos Big Fish Kembali Diadili, JPU Pertanyakan Keterangan Ahli

Terdakwa PS alias Pieter saat menjalani lanjutan sidang pengerusakan kantor Paris 88/Foto: okemanado/Youngky

MANADO, OKE – Terdakwa PS alias Pieter Bos Hotel Big Fish kembali duduk di ‘kursi pesakitan’ Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (19/9). Terdakwa menjalani agenda sidang lanjutan kasus pengrusakan bangunan milik Paris 88. Kasus pengerusakan yang diduga akibat pembangunan Hotel Big Fish menghadirkan saksi ahli dari pihak terdakwa ‘PS’.

Dalam keterangannya, saksi ahli Oscar Hans Kaseke menyebutkan kalau kerusakan bangunan milik Paris 88 bukan disebabkan oleh pembangunan Hotel Big Fish.

Sebaliknya, usia bangunan yang relatif tua, menurut Keseke yang ahli bangunan dan laboratorium jalan itu, menjadi penyebab keretakan di beberapa bagian bangunan Paris 88.

Saksi ahli pun menilai kalau kerusakan turut disebabkan oleh maraknya pembangunan di sekitaran Mantos yang jaraknya relatif dekat dengan Paris 88 juga dengan Big Fish.

Penilaian ini sangat bertolak belakang dengan penilaian saksi ahli dari JPU. Beberapa waktu lalu saksi dari JPU mengungkapkan kalau pembangunan di Mantos tidak mempengaruhi kondisi bangunan di sekitaran termasuk di Paris.

Yang mengejutkan saat JPU Mudeng Sumaila menanyakan apakah saksi ahli pernah atau sempat melihat kondisi bangunan Paris 88 dari dalam.

“Saya hanya melihat dari foto dan tidak pernah masuk ke dalam,” jawab saksi ahli.

JPU mempertanyakan juga penilaian saksi ahli yang mengatakan kalau kerusakan bangunan Paris 88 karena struktur bangunan yang tidak sesuai teknis, saksi hanya menjawab kalau sejauh pengamatannya bangunan tidak memiliki dinding bertulang.

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim Alfi Usup, SH, MH akan dilanjutkan minggu dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi ahli.

(YOUNGKY)

Comments

comments

Posted by on 19 September, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Bumi Totabuan,Kriminal,Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *