Buka AYD 2017, Sri Sultan Hamengkubuwono : Bawalah Kedamaian untuk Kebahagiaan


Sri Sultan Hamengkubuwono X bersalaman dengan Mgr. Robertus Rubiyatmoko. (Foto: Y. Indra/Dokpen KWI)

Yogyakarta, Oke –
Riuh tepuk tangan menggema setelah Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengakhiri kata sambutannya. Selanjutnya, pembawa acara mempersilakan Sri Sultan Hamengkubuwono X, selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan kata sambutan, dalam Opening Ceremony Asian Youth Day 2017, Rabu (2/8).

Mengawali sambutannya, Sri Sultan menyapa seisi hall JEC dengan salam sejahtera. Kemudian menyapa dengan hormat Menteri Agama RI, para uskup se-Indonesia dan se-Asia, para bupati, walikota, para pemuka agama dan romo paroki di daerah Jogjakarta, serta para peserta AYD 2017.

Sri Sultan mengajak semua untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Mahakuasa karena dapat melaksanakan Asian Youth Day ke-7 ini, yang mengusung tema Sukacita dalam Kebhinekaan di Jogjakarta, yang juga dikenal dengan kopra toleransi.

“Bagaimana kita mereaktualisasi kebhinekaan itu dalam perpektif pandang budaya, dan menjadi landasan gerakan sosial baru, di mana orang muda lintas agama menjadi pionir, cinta Tuhan bagi sesama, dengan mau belajar, bergaul, dan mengalami hidup bersama masyarakat Indonesia yang multiculture, guna mengisi dan memperkaya keberagaman Asia,” ujar Sri Sultan.

Dengan menyadari keberagaman seperti ini, lalu terlintaslah pertanyaan. “Bisakah seorang Katolik bertetangga dan berbaur dengan baik dengan orang yang beragama lain?”

Menurutnya, mencari jawaban atas pertanyaan ini adalah hal yang penting, karena tidak ada satu negara pun yang masyarakatnya terdiri dari satu agama, kelompok tertentu, etnis, atau asal kelahiran.

“Karena toleransi adalah soal hati, maka toleransi merupakan masalah individual. Dalam arti, watak toleransi sepenuhnya subjektif,” lanjutnya.

Sumber kemajuan dari toleransi ini menurut Sultan adalah ketika semua merayakan perbedaan dari agama, suku, budaya, dan bahasa, sebagai sesuatu yang baik bagi kehidupan.

Di akhir sambutannya, Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap agar Asian Youth Day ini mampu membawa kedamaian dalam menunaikan misi kebahagiaan yang didambakan.

Asian Youth Day 2017 yang mengusung tema Joyful Asian Youth, Living the Gospel in Multicultural Asia ini, diselenggarakan di Jogja Expo Center, 2-6 Agustus 2017. Perhelatan akbar yang terjadi setiap 3 tahun ini dihadiri lebih dari 2.000 Orang Muda Katolik dari 20 negara di Asia. (*)

SUMBER: DOKPEN KWI

Comments

comments

Posted by on 3 August, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Internasional,Manado,Nasional,Oke Manado,pariwisata,Religi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *