Pasca Sidang Lapangan, Bos Hotel Big Fish Dua Kali Mangkir Sidang

Hotel Big Fish Manado dan Pangkala Paris 88 yang letaknya memang bersandingan/Foto?ist

MANADO, OKE – Untuk kedua kalinya sidang lanjutan pengrusakan bangunan milik Paris 88  di Pengadilan Negeri (PN) Manado, tertunda.

Setelah pekan lalu batal digelar, Selasa (20/6) hari ini dengan agenda mendengarkan saksi ahli dari pihak korban, pun tidak dapat dilaksanakan.

Penundaan disebabkan terdakwa PS alias Pieter tidak menghadiri sidang.

Namun ketidakhadiran terdakwa sangat disayangkan korban Suryono Wijoyo lantaran alasan ketidakhadiran dinilai tidak krusial.

“Sangat disayangkan lantaran penundaan hanya karena terdakwa mau menghantar anaknya sekolah ke Bandung,” kata Suryono.

Lebih lanjut Suryono menyatakan keherannya lantaran penundaan hingga kedua kalinya itu terjadi usai sidang lapangan majelis hakim dan jaksa dua minggu lalu.

“Saya tidak tahu apakah terdakwa mulai merasa tidak nyaman atau bagaimana, yang pasti penundaan sidang hingga dua kali ini karena terdakwa tidak hadir, terjadi usai digelarnya sidang lapangan dua pekan lalu. Makanya saya pantas heran,” tandasnya.

Diketahui saat berlangsungnya sidang lapangan di lokasi TKP dua minggu lalu, majelis hakim pun melihat kerusakan bangunan milik Paris 88 akibat pembangunan hotel Big Fish milik terdakwa.

Selain atap yang bocor, terjadi retakan dinding bangunan akibat  terjadinya penurunan tanah sekutar 15 Cm di sepajag dinding yang bersebelahan dengan Hotel.

Terkait penundaan sidang sampai dua kali diakui juga oleh JPU Mudeng Sumaila.

“Iya, sidangnya ditunda. Terdakwa katanya berhalangan hadir. Nanti lanjut tanggal empat Juli,” tukas Mudeng.

Fik

Comments

comments

Posted by on 21 June, 2017. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *