Tiga Pasangan Kumpulkan Bukti, Tatong Bara Belum Aman

Ilustrasi(foto: ist)

Ilustrasi(foto: ist)

KOTAMOBAGU, OKE – Pleno KPU KK terkait rekapitulisasi hasil pemungutan suara Pilwako Kotamobagu 2013, belum bisa memastikan pasangan Calon Walikota dan Wakli Walikota Ir Tatong Bara – Jainudin Damopolii (TB JaDi) yang ditetapkan sebagai pemenang untuk melangkah mulus, dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu periode 2013-2018.

Pasalnya, ketiga pasangan yang kalah, yakni Nurdin Makalalag – Robert Siagian (BENAR), Djelantik Mokodompit – Rustam Simbala (DJELAS), dan Muhammad Salim Landjar – Ishak Sugeha (LARIS), akan mengseriusi gugatan mereka atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kubu TB JaDi.

Hal itu pun mereka tandai dengan sikap ketiga saksi mereka yang tidak menandatangani berita acara pleno KPU.

“Kami belum bisa menerima hasil Pleno KPU karena ada beberapa hal yang tidak sesuai dan perlu dibicarakan di internal. Sehingga belum bisa menandatangani karena menurut pandangan kami masih ada yg janggal dalam proses pilkada,” kata saksi DJELAS, Lucky Makalalag.

Lanjutnya lagi, ada beberapa dasar yang membuat mereka todak menanda tangani berita acara.

“Yakni adanya kecurangan selama proses pilkada berlangsung, yang sekarang ini telah kami kumpul bukti-buktinya. Belum lagi banyaknya pemilih yang tidak mengunakan hak pilihnya, pada hal kita tahu bersama kalau KPU sudah beberapa kali melaksanakan kampanye say no golput. Dan menurut laporan yang kami terima, mereka sengaja tidak memilih, karena ada intimidasi atau ada oknum yang sengaja membeli surat undangan mereka,” bebernya.

Saat ditanya apakah mereka akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi(MK), Lucky mengatakan masih akan melihat sejauhmana bukti yang mereka miliki.

“Apa bisa mempengaruhi suara yang didapat oleh calon, dan kalau bukti kami kuat.proses itu akan kami lakukan,” tandasnya

Sementara itu saksi pasangan LARIS Run Lobangon, mengatakan ada beberapa hal yang membuat mereka menolak hasil pleno.

“Mengenai etika demokrasi yang tidak sesuai serta melanggar hak-hak demokrasi,” kata Lobanago.

Hal sama dikatakan Adri kobandaha saksi BENAR.

“Masih banyak hal prisip yang perlu diseriusi makanya kami menolak menandatangani berita acara,” jelasnya.

Peliput: Knb

Editor: Fian Kaunang

Comments

comments

Posted by on 29 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Bumi Totabuan,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *