YLKI Sulut Minta Pemprov Buka SPBU 1x 24 Jam

Ketua Harian YLKI Sulut, Torry Kojongian. (foto:ist)

Ketua Harian YLKI Sulut, Torry Kojongian. (foto:ist)

MANADO, OKE – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi utara melalui ketua harian YLKI Sulut Torry Kojongian, mendesak Pemerintah Provinsi Sulut Melalui Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) untuk terus mengawasi sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Utara karena masih kedapatan sudah tutup pada jam 10 malam.

“contohnya di Amurang dan Tomohon, ini sangat merugikan konsumen karena terpaksa harus beli dari pedagang eceran sebesar Rp 8000/liter. ” ujar Kojongian, sesuai dengan Release yang dikirim pada Okemanado.com, Rabu (26/6).

Dijelaskannya, Paskah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) premium ke Rp 6500/liter dan solar ke Rp 5500/liter. Hendaknya Pemerintah melalui dinas terkait sudah memikirkan benar benar nasib konsumen, paling tidak ada 1(satu) SPBU yg buka 1x 24 jam di setiap Kabupaten dan Kota.

Tak tangung-tangung, selasa (25/6),  tim YLKI Sulut yang pimpin oleh Torry Kojongian langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kabupaten/Kota. Terkait Sidak  yang dilakukan, YLKI Sulut menemukan ada 12 SPBU yang tutup pada jam 10 malam, dengan alasan perintah dari pemilik SPBU karena efisiensi biaya operasional.

“Setidaknya Pemerintah dan Pertamina selaku pemangku kepentingan hendaknya mengevaluasi hal ini agar tidak merugikan konsumen paskah kenaikan bbm,” tegas Kojongian

Lebih lanjut dikatakannya. Pertama,  ada hal yang sangat penting soal kualitas bensin kita, yang lebih rendah mutunya dibandingkan dengan kualitas internasional. Karena pemerintah sudah menaikkan harga BBM,saya mewakili konsumen di Sulut menuntut kualitasnya premium harus dinaikan.

“jadi harus sama dengan kualitas bensin internasional, maksudnya nilai oktannya saat ini lebih rendah sehingga pembakarannya lambat. Ini dapat menyebabkan mesin mobil cepat rusak , hal ini jelas merugikan konsumen,” tambahnya

Kedua, soal meter pengisian bbm SPBU. Kojongian mengingatkan, “jangan coba-coba merobah alat takar/ukur tersebut karena mengacu pada undang-undang perlindungan konsumen sanksi admistratif  yaitu berupa penutupan tempat usaha serta hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 2 miliar.” pungkas Kojongian.

Editor: Chaly Korompot

 

Comments

comments

Posted by on 26 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Ekonomi,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

2 Responses to YLKI Sulut Minta Pemprov Buka SPBU 1x 24 Jam

  1. emond Reply

    26 June, 2013 at 21:55

    Ini sebenarx menjadi tanggung jawab pemerintah & pemilik SPBU.kenapa???yang lalu saja,,harga BBM masih Rp 4.500,ada beberapa SPBU yg buka sampe tengah malam,walaupun tidak 1x24jam.tapi,,kenapa skarang justru BBM di naikan,koq malah baru jam 10 malam sudah di tutup,,kan yg susah masyarakat juga.masyarakat,tidak mempermasalahkan soal harga BBM yg di SPBU,yg sudah di tetapkan oleh pihak terkait,yg penting BBMnya ada.atw,,Pihak SPBU ada main mata dgn Pertamini(eceran botol)yg hargax Rp 8000.

  2. Obet Reply

    30 June, 2013 at 13:51

    Bage trus bro Tory, sobutul itu,m nintau ini Pertamina/Pemerintah ada bekeng apa stou. Dorang pe tujuan mensejahterakanb masyarakat atau mensejahterakan org per org.

    Kami salut dan support terhadap YLKI.
    Tengkiubrat.JBU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *