Manado Akan Tolak Ormas yang Anarkis

JT Tampi (foto: Ein/Okemanado.com)

JT Tampi (foto: Ein/Okemanado.com)

MANADO, OKE – Dengan mengedepankan falsafah torang samua basudara, pemerintah kota Manado dengan tegas menolak kehadiran ormas yang sering berbuat anarkis.

“LSM atau Ormas yang bersikap anarkis dan main hakim sendiri tidak boleh ada di Manado,” tegas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Manado, J. T. Tampi, Rabu (26/6).

Pernyataan tegas tersebut merujuk kepada isu akan masuknya salah satu organisasi muslim yakni Forum Pembela Islam (FPI) ke Manado.

Ia menambahkan, hingga kini sudah ada beberapa tokoh agama di Sulut yang dengan tegas menolak kehadiran ormas yang bersikap anarkis dan premanisme.

“Dimana pun kita harus menghargai kearifan lokal. Hal-hal yang bisa memicu kekacauan sebaiknya dihindari termasuk Ormas atau LSM yang bersikap premanisme harus ‘dimusnahkan’,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, penolakan terhadap FPI bukan hanya datang dari tokoh-tokoh agama. Sebagian besar masyarakat di Sulut termasuk Manado menolak kehadiran mereka.

“Kalau masyarakat daerah tidak mau menerima, pemerintah juga akan sejalan,” singkatnya.

Alasannya sudah jelas, imbuh Tampi, yakni masyarakat telah melihat sendiri track record Ormas tersebut.

“Tindakan premanisme yang dilakukan oleh FPI menjadi salah satu alasan kenapa warga Sulut khususnya Manado menolak kehadiran mereka,” bebernya, diaminkan Kepala Bagian Humas, Soleman Montori.

Terlebih dari semuanya itu, Tampi menghimbau kepada semua elemen masyarakat yang ada di kota Tinutuan untuk terus menjaga kerukunan yang telah terjalin selama ini.

“Mari kita tingkatkan rasa saling menghargai antara sesama demi mewujudkan Manado yang semakin menyenangkan,” serunya. “Segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah keamanan serahkan kepada pihak berwajib yakni TNI/Polri. Jangan main hakim sendiri,” pungkasnya.

Peliput/Editor: Robert Lalenoh 

Comments

comments

Posted by on 26 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *