Djibton Tamudia: BLSM Merupakan Program Sangat Tidak Mendidik

(foto: ils)

(foto: ant)

SITARO, OKE – Bantun Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) merupakan program yang membodohi masyarakat dan lebih mengajarkan masyarakat untuk menjadi malas. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sitaro, Djibton Tamudia, Selasa (25/6). Tidak hanya itu, menurutnya program tersebut hanya merupakan sebuah rayuan pemerintah pusat agar masyarakat bisa menerima kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

“Sangat disayangkan masyarakat dibodohi oleh pemimpinnya sendiri,” sesal Tamudia.

Ia menambahkan, uang senilai Rp150.000/kepala keluarga merupakan nilai yang sangat kecil dan kurang pas untuk menjadi kopensasi kenaikan BBM saat ini disaat semuia harga barang di pasar ikut meroket.

“Uang Rp150.000 hanya bisa memenuhi kebutuhan satu sampai dua hari sedangkan dalam sebulan kita harus menghabiskan waktu 30 hari,” ketusnya.

Oleh karena itu, pria yang juga merupakan kader PDIP kabupaten Sitaro tersebut sangat tidak setuju dengan kebijakan pemerintah pusat menaikan harga BBM.

“Ini merupakan langka yang tidak arif,” tutupnya.

Peliput/Editor: Robert Lalenoh

Comments

comments

Posted by on 26 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nusa Utara,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

One Response to Djibton Tamudia: BLSM Merupakan Program Sangat Tidak Mendidik

  1. Name...Hermanus Jacobus Lalenoh Reply

    26 June, 2013 at 08:56

    Agree bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *