Des Kalensang: Jangan Ada Diskriminasi Terhadap Ormas atau LSM

Des Kalensang (foto: fb)

Des Kalensang (foto: fb)

SITARO, OKE – Penolakan terhadap forum pembela islam (FPI) yang terjadi di kota Bitung menimbulkan tanggapan pro dan kontra dari sejumlah kalangan. Des Kalensang misalnya, pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) tersebut tidak semata-mata menolak kehadiran ormas bentukan kaum muslim sebagaimana yang terjadi di kota Cakalang beberapa hari terakhir ini.

“Jangan ada diskriminasi. Kita harus lihat apakah lembaga atau ormas tersebut memiliki landasan hukum atau tidak,” kata Kalensang kepada Okemanado.com, Selasa (25/6).

Ia menambahkan, negara ini adalah negara hukum oleh karena itu semua yang hendak dilakukan sudah seharusnya berdasarkan dengan ketentuan yang ada.

“Kalau tidak sesuai dengan hukum yang ada, barulah kita secara tegas buat penolakan,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengajak masyarakat untuk lebih arif lagi dalam bertindak.

“Jangan main hakim sendiri, atau bertindak tanpa berpikir dan mengkaji sesuai aturan terlebih dahulu,” pungkas birokrat yang syarat pengalaman tersebut.

Peliput/Editor: Robert Lalenoh

 

Comments

comments

Posted by on 26 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nusa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

One Response to Des Kalensang: Jangan Ada Diskriminasi Terhadap Ormas atau LSM

  1. rudy Reply

    26 June, 2013 at 03:57

    Ah bpk des ini, gimana kalo ormas yg sudah terbukti telah melakukan tindakan2 anarkis yg merusak persatuan bangsa dan bukannya melindungi masyarakat sesuai nama lembaga yg bpk pimpin. Sekedar mengingatkan bpk apa ingat kasus2 yg telah dilakukan ormas ini apa lgi polri sudah menyatakan ormas ini anarkis (mobile tempo.co edisi jumat, 17 pebruari 2012) edisi). Gimana kalo peristiwa ini terjadi disulut dan disitaro. Apa tanggapan bpk?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *