Penasehat Hukum Upayakan Penangguhan Penahanan Terhadap Empat Auditor BPK Sulut

Empat orang Aditor BPK Sulut diduga korupsi pengadaan lahan kantor BPK. (foto:ibra)

Empat orang Aditor BPK Sulut diduga korupsi pengadaan lahan kantor BPK. (foto:ibra)

MANADO, OKE — Bertje Nelwan SH dan Kalfein SH akan melalukan permohonan penangguhan penahanan terhadap empat orang Auditor BPK Sulut. Hal ini diungkapkan usai persidangan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) setelah majelis hakim menetapkan Sjarief Hidayatulloh SH, Wahyudi Bin Ika Suwita SH dan Muhammad Yasir SE AK serta Ambo Sappe.

“Yang jelas kami akan berupaya agar mereka tidak ditahan, karena mereka ini tidak bersalah, dan bila tetap ditahan mejelis hakim keliru melakukan perintah penahanan,” ungkap Kalfein selakalu penasehat hukum dari empat terdakwa pada okemanado.com, Senin (24/6).

Menurut Kalfein dalam kasus Mark Up ini, keempat terdakwa hanyala korban. Seharusnya yang bertanggungjawab adalah Sucipto SE MM selaku  pengguna anggaran.

“Sucipto dan pak hadi yang seharunya ditahan bukan mereka,” terang Kalfein.

Diketahui empat Auditor BPK perwakilan Sulut ini diduga melakukan Mark Up penggelembungan dana dalam pengadaan lahan BPK tahun 2006-2007 sehingga negara mengalami kerugian Rp6,7 miliar

Peliput/Editor : Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 25 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *