Tak ‘Sehati’ Lagi, Kursi Denny Sondakh Digoyang Empat Legislator

Empat legislator DPRD Manado, mengeluarkan pernyataan terkait sikap Deson untuk menandatangani berita acara penyerahan aset jalan, lahan 16 persen di kawasan Megamas.(foto:okemanado)

Empat legislator DPRD Manado, mengeluarkan pernyataan terkait sikap Deson untuk menandatangani berita acara penyerahan aset jalan, lahan 16 persen di kawasan Megamas.(foto:okemanado)

MANADO, OKE–Fenomena penandatanganan berita acara penyerahan aset dalam bentuk jalan, di kawasan Megamas yang dilakukan oleh Ketua DPRD Danny Sondakh, disesalkan sejumlah anggota dewan, Jumat (21/06) siang hingga sore tadi. Bahkan, fenomena ini sempat membuat beberapa anggota prihatin. Pasalnya, tak pernah ada pemberitahuan sebelumnya terkait hal ini.

Lagipula berita acara penyerahan aset tersebut kurang memiliki dasar hukum yang kuat. Pasalnya, aspek-aspek formal yang dibutuhkan dalam pembuatan berita acara tidak disertakan, seperti tanggal pengesahan.

Kondisi ini membuat sikap sejumlah anggota dewan dikabarkan berubah. Saking cepat perubahannya, hampir-hampir, beberapa dari antara mereka langsung membuat statement penyesalan.

“Kini, kita tak ‘sehati’ lagi. Kami tak pernah diberi laporan terkait hal ini. Lagipula, beliau menandatanganinya dengan membawa nama lembaga,” kata legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (P-III) Arudji Rajab dalam ungkapan yang terkesan ‘tragis’.

Kondisi ini pun turut diwarnai dengan aksi ‘buka mulut’ dari beberapa anggota. Pasalnya, pembubuhan tanda tangan yang dilakukan Sondakh, tanpa melalui koordinasi dengan komisi-komisi terkait, seperti Komisi A dan Komisi C.

“Adapun kalau koordinasi, kami tak bisa merekomendasi penyerahan aset dalam bentuk jalan. Harusnya kan lahan,” kata legislator PDIP, Markho Tampi.

Mendukung pernyataan Tampi, legislator Benny Parasan menyayangkan tindakan sang ketua, Deson. Pasalnya, hubungan antara Parasan dan Sondakh terbilang akrab. Dia mengakui, meski ini lembaga politik, tapi tentu saja ada koridor yang harusnya tidak dilangkahi, apalagi kalau berbicara soal mekanisme dan prosedur.

“Akan sangat fatal akibatnya. Bisa menimbulkan dugaan dan kecurigaan, jangan-jangan ada konspirasi,” tandas Parasan.

Sementara itu, legislator Golkar dari Komisi C, Franklin Sinjal SH. MH yang pada saat itu turut mengikuti jalannya perbincangan hangat ini mengatakan, akan sangat baik bila data dan berkas bisa dihadirkan, agar pernyataan ini tidak sekedar opini belaka.

“Saya kira harus ada data yang valid. Supaya kita jangan terjebak dalam opini yang menyesatkan. Bila sudah ada, maka kami akan usulkan untuk menyelenggarakan paripurna terkait hal ini,” tandas Ketua Badan Legislasi ini.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Deson belum berhasil dikonfirmasi. Bahkan, meski ditunggu di kantornya, beliau tidak muncul.

Reporter: Ivan Jeremy

Comments

comments

Posted by on 21 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *