BBM Naik, Warga Kepulauan Galau

(foto: karikatur)

(foto: karikatur)

MANADO, OKE – Meski mendapat penolakan dari sebagian besar kalangan masyarakat menengah ke bawah, kebijakan pemerintah pusat untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sudah bulat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sesuai rencana, penetapan harga BBM akan mulai diberlakukan sebentar malam pukul 00.00 Wita.

Menanggapi isu kenaikan harga BBM tersebut, sejumlah kalangan, khususnya warga yang tinggal di wilayah kepulauan seperti di Kabupaten Sitaro, Sangihe serta Talaud semakin mempertanyakan eksistensi pemerintah dalam mensejahterakan rakyat.

“Sedangkan masih subsidi dengan harga Rp4500/liter, BBM eceran di daerah kami telah dijual dengan harga Rp15.000 hingga Rp20000. Apalagi kalau sudah dinaikkan, berapa lagi harga BBM yang akan dijual para pengecer,” keluh Max Sarundaitan, warga Talaud, Jumat (21/6).

Menurutnya, kenaikan tersebut akan sangat kontrans dengan apa yang tertulis dalam UUD 1945 yakni mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia.

“Sudah mahal, stoknya juga terbatas,” serunya.

Hal serupa juga diiungkapkan oleh salah seorang warga Siau.

“Kalau memang harus dinaikkan, tidak apa-apa, asalkan ketersediaan BBM tetap ada,” ujar Une Welly warga Siau Timur.

Dirinya juga menyikapi kebijakan pemerintah yakni program BLSM. Menurutnya program tersebut akan sangat baik jika tidak dipolitisir. Oleh karena itu, pihaknya berharap program tersebut akan benar-benar dikawal agar tidak salah sasaran.

“Jangan sampai ada yang coba main mata dengan program tersebut,” pintanya.

Pernyataan serta keluhan juga datang dari Weldi Yakob, menurutnya, kenaikan harga BBM juga akan berimbas pada meroketnya harga barang.

“Sedangkan di kota naik, bagaimana dengan kita yang tinggal di daerah kepulauan. Berapa persen kenaikannya?,” ketusnya.

Sementara itu, beberapa wakil rakyat yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi beberapa hari yang lalu juga telah mengeluarkan seruan yang sama yakni mengawal ketat program tersebut agar tidak ada permainan.

“Demi kebaikan bersama, mari kita secara bersama-sama mengawal program ini,” ajak wakil rakyat yang duduk di Gedung Cengkih beberapa hari lalu.

Sementara itu, informasi terakhir yang berhasil diterima Okemanado.com, kelangkaaan BBM mulai terjadi di beberapa tempat di daerah kepulauan.

Peliput/Editor: Robert Lalenoh

Comments

comments

Posted by on 21 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Nusa Utara,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *