Tidak Memberikan Uang 100 Ribu, Penjual Sepatu Dianiaya dan Nyaris Dibunuh

(foto:ilus)

(foto:ilus)

MANADO, OKE— Gara-gara tidak memberikan jata preman, Nirjad (36) warga Mayoni Kampung Texas Manado pedagang sepatu di kawasan Jumbo Swalayan terpaksa diniaya dan nyaris dibunuh oleh Varuk (18) warga Banjer, Kecamatan Tikala, Kamis (20/6).

Varuk  merupakan  preman yang sering berjaga di kawasan Jumbo Swalayan dan sudah biasa melakukan penagihan atau jata preman terhadap para penjual yang berjejeran di depan Jumbo.

Menurut pengakuan korban  saat itu Varuk datang dan langsung meminta jatanya sebesar 100 ribu. Karena tidak memberikan uang tersebut, akhirnya Varuk langsung mengeluarkan pisau dan melakukan penganiayaan. Aksi penganiayaan itu tidak jauh dari kantor Polresta Manado.

“Kebetulan saya belum punya uang, tapi ia langsung mengeluarkan pisau panjangnya sekitar 1 meter. Ia menarik saya, dan hendak membacok kepala saya untung meleset dan hanya mengiris perut saya,” ungkap  Nirjad saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manado.

Kapolresta Manado Kombes Pol Drs Amran Ampulembang MSi melalui Kasubag Humas AKP Ruswan Buntuan mengakui bahwa telah terjadi penganiayaan terhadap Nirjad.

“Laporannya sudah kami terima dan korbannya juga, sudah dimintai keterangan. Identitas pelaku sudah kami ketahui dan  secepatnya ditangkap,” terang Buntuan.

Peliput  : Raygan Poluan

Editor    : Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 20 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *