Enam legislator Sulut di-PAW Sebelum DCT

(foto: ist)

(foto: ist)

MANADO, OKE – Pemilu Legislatif 2014 benar-benar membuat galau para politisi yang saat ini duduk sebagai wakil rakyat. Bagaimana tidak, bagi mereka yang akan kembali maju di Pemilu Legislatif 2014 namun menggunakan kendaraan politik lainnya atau berbeda dengan kendaraan politik saat Pemilu Legislatif 2009, maka aturan mengharuskan mereka untuk mundur dari keanggotaan legislatif saat ini.

Khusus untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Utara (Sulut), tercatat ada enam legislator yang segera “dipecat” atau akan di-PAW (Penggantian Antar Waktu) dari keanggotaan mereka di DPRD Sulut sebelum 1 Agustus 2013 nanti. Mereka adalah tiga legislator PDS yaitu Felly Runtuwene yang pindah ke Partai Nasdem, Syenie Kalangi pindah ke Partai Gerindra, dan Paul Tirayoh MBA hijrah ke PDIP. Kemudian ada legislator Partai Barnas Feronika Ponto yang pindah ke Partai Nasdem. Ke empat legislator ini terpaksa pindah parpol lain karena parpol mereka tidak lagi masuk sebagai peserta Pemilu 2014.

“Mau bagaimana lagi, karena parpol kami tidak lagi lolos di Pemilu 2014, mau tidak mau kami harus pindah parpol lain supaya bisa mencalonkan diri lagi sebagai anggota dewan. Mungkin kalau parpol kami masih ikut Pemilu 2014, maka kami tidak akan pindah ke parpol lain,” ujar Tirayoh.

Kasus lain terjadi pada politisi Partai Golkar yakni Tonny Kaunang yang pindah ke PAN, dan politisi Partai Gerindra Teddy Kumaat yang pindah ke PDIP.

“Ya, kalau Pak Kaunang dan Kumaat, parpol mereka masih lolos Pemilu 2014, jadi wajar kalau parpol mereka saat ini mem-PAW mereka,” kata pengamat politik Sulut, Taufik Tumbelaka. Enam legislator ini harus mengantongi Surat Keputusan PAW dari Kemendagri agar bisa maju bertarung di Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Sulut Adrianus Watung yang dikonfirmasi wartawan membenarkan soal harus adanya SK PAW dari Kemendagri agar para legislator yang pindah parpol bisa ikut Pemilu Legislatif 2014.

“Berdasarkan apa yang diterangkan oleh pihak Kemendagri pada Bimtek yang diikuti para anggota dewan pekan lalu, maka per 1 Agustus 2013 mereka harus sudah memiliki SK PAW sebelum ditetapkan dalam DCT (Daftar Caleg Tetap) oleh KPU,” ujar Watung.

Ia juga mengaku, sekarang ini PAW terhadap enam legislator yang pindah parpol tengah berproses.

“Setahu kami 1 Agustus, anggota dewan yang pindah parpol harus sudah di-PAW, dan tidak ada pembayaran gaji lagi. Jika tidak mereka akan di-TGR (tuntutan ganti rugi),” ucapnya.

Peliput: Chaly Korompot
Editor: cp

Comments

comments

Posted by on 20 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *