BNN Provinsi Sulut Gencar Sosialisasi Narkoba

BNN Provinsi Sulut Ketika Melakukan Sosialisasi di Kampus Politeknik/Kabid Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sulut (foto:OKEMANADO.COM/Demsi)

BNN Provinsi Sulut Ketika Melakukan Sosialisasi di Kampus Politeknik/Kabid Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sulut (foto:OKEMANADO.COM/Demsi)

MANADO, OKE – Demi menjadikan Indonesia bebas Narkotika dan Obat/Bahan Berbahaya (Narkoba, red) 2015, maka pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), gencar melakukan sosialisasi akan bahaya serta dampak buruk dari penggunaan narkoba.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, Rabu (19/6), bertempat di kampus Politeknik Negeri Manado, dirangkaikan juga dengan test urine para pimpinan, staf serta mahasiswa.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Sulut, Drs. Psi. Lengkana Nasman, MBA, kegiatan sosialisasi serta test urine yang dilaksanakan bersama dengan pihak kampus Politeknik bertujuan untuk mencegah dan memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba di masyarakat maupun lingkungan kampus.

“Tujuan dari pihak BNN serta pimpinan kampus Politeknik yakni mendorong seluruh pegawai dan mahasiswa, untuk bersama-sama memerangi peredaran serta penyalahgunaan narkoba di masyarakat pada umumnya, serta lingkungan kampus maupun kawasan sekitarnya, sehingga tercipta masyarakat juga kampus yang bebas narkoba,” ucap salah satu Psikolog yang ternama di Sulut itu.

Ia menambahkan, untuk menunjukkan keseriusan dalam hal pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba, maka pihak BNN datang dengan membawa personil lengkap dalam sosialisasi dan test urine yang dilakukan sejak pukul 09:00 Wita.

“Kami datang dengan personil lengkap. Diantaranya, tenaga medis, konselor, psikolog, intelijen serta penyidik dari pihak kepolisian,” urainya ketika diwawancarai okemanado.com di lokasi kegiatan.

Ditanya mengenai tindakan yang dilakukan oleh pihak BNN terhadap pimpinan, staf maupun mahasiswa yang kedapatan positif menggunakan narkoba dalam test urine itu, Lengkana menjelaskan bahwa BNN akan melakukan langkah-langkah hukum jika terbukti positif menggunakan narkoba apalagi diketahui merupakan pengedar dari barang haram tersebut. Walaupun memang untuk pembuktian membutuhkan proses yang cukup panjang.

“Jika diketahui sebagai pengguna narkoba tentu kami akan lakukan penanganan sesuai dengan tingkatan pengguna itu sendiri serta akan direhabilitasi. Bila ternyata kedapatan sebagai pengedar, maka kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Terpantau oleh okemanado.com, dalam sosialisasi serta test urine yang dilaksanakan, para pimpinan, staf dan mahasiswa cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terlihat juga direktur Politeknik Negeri Manado, Ir. Jemmy Rangan MT, turut melakukan test urine, yang diketahui negatif sebagai pengguna narkoba.

“Bagaimana hasilnya,” tanya Direktur Politeknik, kepada seorang staf BNN, yang melakukan uji sampel urine miliknya.

Setelah dijelaskan oleh staf BNN, bahwa sang Direktur negatif pengguna narkoba, secara spontan Jemmy Rangan menyampaikan bahwa ia hanya penasaran saja melihat hasil akhir dari uji sampel ini, karena seingatnya tak pernah menyentuh barang haram tersebut.

“Ternyata negatif. Seingat saya memang tak pernah menyentuh barang haram tersebut,” ujar Jemmy Rangan, yang memantau langsung proses uji sampel, sekaligus  menegaskan bahwa pimpinan staf serta para mahasiswa kampus Politeknik bebas dari peredaran serta penggunaan narkoba.

Untuk diketahui, kegiatan serupa juga telah digelar juga oleh pihak BNN di delapan kampus. “Politeknik merupakan kampus kesembilan di Sulut yang telah kami kunjungi dalam menggelar sosialisasi,” tutup Lengkana.

Reporter: Demsi Lumendek

Comments

comments

Posted by on 20 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *