Sehan Landjar: Usut Aktor Intelektual dan Pelaku Pembunuhan Ayu

Sehan Landjar desak polisi usut aktor intelektual dan pelaku pembunuhan Ayu(foto: okemanado.com)

Sehan Landjar desak polisi usut aktor intelektual dan pelaku pembunuhan Ayu(foto: okemanado.com)

TUTUYAN, OKE – Kasus tewasnya Ayu Abdulah Basalama(47) warga Kota Kotamobagu, Senin (17/6) lalu, mendapat perhatian serius dari Bupati Bolaang Mongondow Timur(Boltim) Sehan Landjar.

Kepada sejumlah wartawan, Selasa (18/6)  mengaku terkejut ketika mendapat kabar bahwa Ayu (korban, red) tewas secara tragis di dalam salon miliknya di pusat Kota Kotamobagu.

Orang nomor satu di pemerintahan Boltim ini mengaku bahwa sudah sangat dekat dengan korban dan keluarganya, sehingga sangat terkejut dengan peristiwa itu.

Namun, Landjar akrab disapa Eyang ini menyesalkan dengan adanya pemberitaan miring disejumlah  media yang mengait-ngaitkan dengan kasus penganiayaan terhadap korban beberapa waktu lalu dilakukan oleh salah satu oknum polisi yang sering mengawal Bupati.

Dengan tegas Eyang menepis bahwa kematian korban sama sekali tidak ada kaitanya dengan kasus penganiayaan waktu lalu saat ini masih ditangani polisi.

Menurutnya, ada kelompok-kelompok tertentu sengaja mempolitisasi tewasnya Ayu dengan kasus penganiayaan di Boltim beberapa waktu lalu.

Karena itu, Bupati meminta kepada pihak yang berwajib, supaya secepatnya mengungkap aktor intelektual dan pelakunya, agar tidak membias ke mana-mana.

Eyang pun mengaku bahwa sopir pribadinya bersama dua anggota Sat Pol PP dijemput polisi pasca penemuan mayat Ayu.

“Sopir saya dijemput polisi hanya untuk dimintai keterangan. Saya anjurkan ikuti saja proses hukum,” ujarnya kepada wartawan disalah satu rumah makan Tutuyan kemarin. Tambahnya, jika terbukti Ayu dibunuh, diharapkan pelaku maupun aktornya secepatnya terungkap.

“Jadi saya sangat prihatin, dan minta penyidik segera usut dan ungkap pelakunya,” tandas Bupati.

Sementara itu, perihal mencuatnya statement di kalangan masyarakat, yang mulai tidak terkontrol sembari menyentil kapasitasnya, beliau menyarankan untuk tidak terjerumus ke dalam interpreestasi yang sesat, sebab bisa berdampak hukum kepada yang bersangkutan.

Peliput: Knb

Editor: Fian Kaunang

Comments

comments

Posted by on 19 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Bumi Totabuan,Kriminal,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *