Hindari Pungli, Layanan Besukan di Rutan Malendeng Berbasis IT

(foto:ibra)

(foto:ibra)

MANADO, OKE— Pelayanan besukan di Rumah Tahan Negara (Rutan) Malendeng sudah berbasis Informasi Teknologi (IT). Hal ini dilakukan agar setiap pengunjung yang hendak membesuk keluarganya yang menghuni Rutan baik masih titipan jaksa maupun sudah berstatus napi (tahan) dapat terkontrol dengan baik.

“Sistem ini diterapkan untuk menghindari pungutan liar (Pungli). Saat ini Rutan Malendeng mulai berbenah, baik itu pelayanan terhadap pengunjung serta warga binaan Rutan itu sendiri,” ungkap Kepala Rutan Malendeng Julius Paath , Selasa (18/6) pada okemanado.com ketika ditemui di ruang kerjanya.

Lebih jauh Paath menjelaskan,  setiap pengunjung diwajibkan melampirkan  tanda identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), tujuannya agar identitas dari pembesuk langsung didaftarkan oleh  petugas di loket jaga.

“Jadi setiap pembesuk yang namanya sudah masuk dalam sistem tidak perlu lagi memperlihatkan KTP, hanya saja harus menyebutkan nama sesuai yang terdaftar dalam sistem,” kata Paath.

Lanjut Paath,  ini juga mempermudah bagi setiap pengujung yang saat itu tidak bisa  melampirkan surat izin dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhum HAM) Sulut atau Jaksa.

“Awalnya harus melampirkan surat izin dari Kemenhum HAM atau ijin dari jaksa yang tahanan masih bersifat titipan. Izinnya harus dari jaksa yang menangani perkara itu,” jelas Paath.

Peliput/Editor : Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 18 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *