Pilkada Mitra Pecahkan Mitos di DPRD Sulut

Mardali Calli Korompot (foto: Calli/Okemanado.com)

Mardali Chaly Korompot (foto: Chaly/Okemanado.com)

MANADO, OKE – Tulisan ini tidak difokuskan pada analisis  kemenangan partai politik, seperti seberapa banyak parpol tertentu yang berhasil mengantarkan kandidat menjadi kepala daerah. Atau parpol mana yang paling banyak memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tapi semata-mata fokus pada seberapa berhasil parpol mempertahankan basis suara yang diperoleh dalam Pemilu Legislatif.

Apakah parpol yang berhasil menjadi pemenang (peraih suara mayoritas) dalam Pemilu Legislatif di suatu daerah, otomatis akan berhasil juga memenangkan Pilkada? Atau seberapa berhasilkah calon kepala daerah yang didukung oleh parpol terbesar di suatu wilayah, memenangkan Pilkada.

Hajatan Pilkada Mitra, menarik dibahas di Deprov Sulut. Bagaimana tidak, sebagai lembaga politik tertinggi di Sulut, para politisi yang duduk pun sebagian besar punya pengetahuan politik yang mumpuni.

Satu hal yang menjadi mitos selama ini di Gedung Cengkih Sario sebutan untuk kantor Deprov Sulut, adalah sulitnya para legislator duduk sebagai top eksekutif, baik sebagai kepala daerah maupun sebagai wakil kepala daerah. Buktinya, dari puluhan yang ikut terjun langsung ke pentas pilkada, banyak yang gagal.

Namun, nampaknya kemujuran berpihak di Pilkada Mitra, dimana dalam dua periode berjalan ini, dua legislator Sulut mampu memecahkan mitos tersebut.  Di periode legislatif 2004-2009, sederet legislator Sulut terjun ke pilkada, namun hanya Telly Tjanggulung (T2) yang saat itu duduk di Komisi I tampil meyakinkan dan memenangkan Pilkada Mitra tahun 2008 silam.

Merujuk ke belakang, di periode legislatif tersebut, kita coba me-review atau mengingat kembali siapa saja legislator Sulut yang terjun ke pilkada namun gagal.

Dimulai dari Syahrial Damopolii yang saat itu menjabat Ketua Deprov Sulut, gagal bertarung di Pilkada Kotamobagu sebagai calon walikota tahun 2008, begitu juga dengan Benny Rhamdani yang juga gagal di Pilkada Kotamobagu sebagai calon wakil walikota tahun 2008. Sebelumnya di tahun 2007, Steven Kandouw gagal di Pilkada Minahasa sebagai calon wakil bupati.  Kemudian di periode legislatif 2009-2014, sederet legislator juga terjun ke pilkada, namun baru James Sumendap (JS) yang saat ini duduk di Komisi III juga menang dan memutus mitos Deprov Sulut.

Sejauh ini, tercatat sudah tiga legislator Sulut yang gagal di pilkada, masing-masing Felly Runtuwene di Pilkada Minsel sebagai calon wakil bupati, Netty Pantow di Pilkada Minut sebagai calon bupati, dan terakhir Farid Lauma di Pilkada Bolmut sebagai calon wakil bupati.

Dari uraian di atas, paling tidak, analisis sejauh ini tingkat keterpilihan wakil rakyat yang berhasil duduk di lembaga dewan rupanya tidak menjamin elektabilitas figur yang bersangkutan akan berhasil pada perebutan kursi top eksekutif. Tetapi keberhasilan memenangkan Pilkada ditentukan oleh banyak faktor serta kompleksitas lebih rumit.

Mardali Chaly Korompot

Comments

comments

Posted by on 17 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *