Golkar: Bikin APBNP Tandingan Lemahkan Oposisi

Haryy Azhar Azis

Haryy Azhar Azis

JAKARTA, OKE – Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis menilai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tandingan yang diajukan oleh fraksi PDIP dan fraksi PKS hanya akan melemah kedua suara fraksi sendiri. Sebab jumlah suara kedua partai tersebut akan kalah dengan partai koalisi dan pemerintah.

Menurut Harry, seharusnya dua partai yang menawarkan perubahan APBN tersebut bergabung dan membuat satu postus APBN-P sendiri. Dengan demikian, maka posisi APBN-P tandingan akan kuat dalam sidang paripurna yang di gelar di Gedung DPR RI Jakarta, Senin 17 Juni 2013. “Postur APBNP tandingan itu sebenarnya harus disepakati dulu di Badan Anggaran. Namun ternyata mereka malah membuat APBNP tandingan sendiri. Kalaupun dibawa ke paripurna, itu akan melemahkan partai oposisi sendiri,” ujar Harry.

Pemerintah bersama DPR, kata Harry, sudah menyepakati APBNP 2013 seperti pertumbuhan perekonomian 6,3-6,7 persen, inflasi 7,2 persen. Nilai tukar rupiah Rp9.600 per dollar AS, harga minyak mentah 108 dollar AS per barel, lifting minyak 840.000 barel per hari, dan nilai suku bunga SPN 5 persen dan defisit anggaran sebesar 2,38 persen. Harry menuding sikap partai-partai yang tidak setuju terhadap rancangan APBN-P karena mereka tidak faham mengenai teori APBN.

“Bagian dari APBN-P 2013 yang sudah disetujui itu pertumbuhan ekonomi, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN), nilai tukar sudah setuju, besaran angka defisit juga setuju. Tapi yang belum disetujui itu angka inflasi, karena inflasi itu berhubungan dengan postur penerimaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo menyatakan akan mengajukan Rancangan APBNP 2013 tandingan sebagai penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam sidang paripurna hari ini, Senin 17 Juni 2013. “Di voting Banggar, kami punya opsi lain. Fraksi sudah mempersiapkan APBNP tandingan,” kata Tjahtjo Kumolo di Gedung DPR.

Sikap ini, kata Tjahtjo, akan disampaikan dalam sidang paripurna. “Apa benar BBM tidak dinaikkan APBN akan ambrol? Kan tidak juga. Sekarang kan harga-harga sudah naik menjelang bulan puasa, lebaran, dan inflasi sudah 7,7 persen,” kata dia seperti dilansir vivanews.co.id.

Meski memiliki suara minoritas, PDI Perjuangan yakin usulan postur anggaran ini akan dipertimbangkan. “Suara rakyat tentu harus dipertimbangkan,” ujar dia. Dia pun meminta anggota DPR lainnya bisa sepaham dengan PDI Perjuangan. Selain partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini, ada dua partai lain yang menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, yaitu PKS dan Hanura. (viv)

Comments

comments

Posted by on 17 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nasional,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *