Tolak Kenaikan BBM, Mantan Aktivis 98 Beri Kado Anak Macan Bagi PKS

Ketua FPKS, Hidayat Nur Wahid.(foto:istimewa)

Ketua FPKS, Hidayat Nur Wahid.(foto:istimewa)

JAKARTA, OKE–Mantan Aktivis 98 beri kado anak macan bagi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Hidayat Nur Wahid, saat mereka berdua, bertemu di Gedung DPR. Pemberian kado tersebut, bertepatan dengan dilakukannya pertemuan antara FPKS dengan PB HMI, terkait penolakan kenaikan BBM dan pemberian BLSM.

Dalam pertemuan tersebut, Hidayat menegaskan, keputusan PKS untuk menolak kenaikan BBM adalah harga mati. Dia mengatakan, sikap tersebut semata-mata hanya karena ingin membela rakyat kecil. Makanya, hingga saat ini PKS tetap solid memegang komitmen tersebut.

“Bila ke depan nanti, ada perbedaan pendapat di antara para menteri dari PKS, mak itu bukan pernyataan partai, melainkan pernyataan pembantu presiden,” katanya.

Sementara itu, terkait desakan sejumlah pihak untuk menarik para menteri dari kabinet, dirinya menerangkan, PKS senantiasa berjuang menjunjung konstitusi. Pasalnya, para menteri adalah pembantu Presiden dan hanya Presiden yang memiliki hak untuk mengangkat dan memberhentikan para menteri.

“UUD 45 dan code of conduct koalisi tidak memberi hak bagi parpol untuk menarik para menteri. Makanya, kami putuskan, menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk menggunakan hak prerogatifnya,” ungkap Hidayat.

Dalam pertemuan itu Ketua Umum PB HMI Muhammad Arif Rosyid Hasan mengatakan PKS tidak sendiri, dalam menolak kenaikan harga BBM.

“Kami juga menolak kenaikan BBM,” tegas Arif.

Lewat pernyataan sikap, Aktivis 98 menyebut, kenaikan BBM berpeluang menambah jumlah rakyat miskin, menjadi 13 persen atau bertambah 4-5 juta jiwa. Sedangkan BLSM yang akan diberikan sebagai kompensasi, dinilai tidak memberi efek positif bagi penderitaan rakyat. Tak hanya itu, secara sistemik, juga akan menambah utang negara. Sehingga total utang RI bisa mencapai hampir 2.200 triliun.

Komitmen FPKS dalam menolak kenaikan BBM, dalam pertemuan tersebut, diapresiasi Aktivis 98. Apalagi, di kesempatan tersebut, mereka (aktivis 98) memberi kado boneka anak macan kepada FPKS, sebagai lambang keberanian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Ini memang anak macan. Namun, dia akan bertumbuh menjadi besar,” kata salah satu aktivis 98 Ubedilah.(mrdk)

Editor: Ivan Jeremy

Comments

comments

Posted by on 14 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nasional,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *