Pendukung Salera dan Tonsu Bersih Saling Ledek di Jejaring Sosial

Salah satu penggalan ledekan di jejaring sosial. (foto: Okemanado.com)

Salah satu penggalan ledekan di jejaring sosial. (foto: Okemanado.com)

SIAU, OKE – Kemenangan telak pasangan Toni Supit – Siska Salindeho (Tonsu-Bersih) atas Winsulangi Salindeho – Piet Hein Kuerah (Salera) dalam ajang lima tahunan beberapa hari lalu ternyata belum bisa diterima oleh sejumlah pendukung dari kubu yang kalah.

Dari pantauan Okemanado.com, khususnya di jejaring sosial facebook dan status Black Berry Masangger (BBM), tampak jelas sejumlah pendukung masih saling ledek. ‘Orang yang pilih Tonsu, orang murahan karena mereka hanya dibayar dengan Rp100’. Ini merupakan salah satu penggalan kalimat yang dituliskan di akun facebook salah seorang pendukung.

Tidak hanya itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) pun mendapat sorotan pendukung yang tidak puas dengan hasil Pemilukada.

Hal itu bisa nampak dari tulisan berikut, ‘Tonsu bersih tapi ruci. Bayar KPU berarti artinya Tonsu kotor’. Demikian potongan kalimat yang dituliskan di jejaring facebook. Menanggapi tudingan tersebut, Ketua KPU Sitaro, Pricilya Bawole, SE memberikan bantahan tegas.

“Hingga kini kami tidak pernah menerima sepeser pun dari siapa saja,” tegasnya.

Ditegaskannya lagi, jika memang terbukti demikian pihaknya meminta agar segera dilaporkan ke pihak berwewenang.

“Ini bisa merujuk ke pencemaran nama baik. Jika tidak bisa dibuktikan maka yang bersangkutan harus siap mempertanggung jawabkan secara hukum terkait apa yang ditulis di jejaring sosial itu,” terangnya sembari menambahkan, ini merupakan pencemaran nama baik bukan hanya terhadap dirinya tapi juga lembaga yang dipimpinnya.

Senada, Ketua Tim Pemenang Tonsu-Bersih, Djibton Tamudia menilai ini merupakan pelecehan yang sengaja dibeberkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Tidak pernah ada pembayaran terhadap pihak manapun termasuk kepada KPU,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pernyataan tersebut merupakan gambaran bahwa masih ada beberapa pendukung yang belum dewasa dalam berpolitik.

“Kalau belum siap bertanding jangan coba-coba bertarung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Sitaro, Des Kalensang meminta kepada warga untuk tidak terlalu fanatik dalam memberikan dukungan.

“Siapapun yang terpilih, adalah pemimpin kita semua,” pungkasnya.

Peliput: Robert Lalenoh

Comments

comments

Posted by on 10 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nusa Utara,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *