Desa Matani Percontohan Desa Madu di Minsel

Garis pantai menjadi salah satu persyaratan penetapan Desa MADU(foto: ist)

Garis pantai menjadi salah satu persyaratan penetapan Desa MADU(foto: ist)

AMURANG, OKE – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulut menjadikan Desa Matani Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai Desa Mina Terpadu (Madu).

Kepada okemanado.com, Senin(10/6), Kepala DKP Sulut Ronald Sorongan mengatakan penetapan Desa Madu ini, di setiap Kabupaten/Kota satu desa yang ditunjuk
Meski begitu, lanjut Sorongan, desa-desa lain tidak dianaktirikan.

“Program ini dalam rangka upaya percepatan pembangunan perikanan dan kelautan,” ujar Sorongan.

Penetapan Desa Madu didasarkan pada beberapa kriteria. Antara lain, garis pantai, potensi sumber daya alam khususnya kelautan, perikanan dan wisata bahari yang cukup besar untuk dikembangkan.

“Nah, Desa Matani Satu memiliki beberapa kriteria di antaranya garis pantai 1,5 kilometer, sebagian besar penduduk adalah nelayan dan terdapat pembudidayaan ikan air tawar,” tandasnya.

Dengan ditetapkan Matani sebagai Desa Mina Terpadu, kata Sorongan, selain perekonomian meningkat, percepatan pembangunan akan meningkat signifikan.

“Kalau ada anggaran infratruktur jalan, kami akan mengusulkan di desa ini. Begitu pula sektor pengembangan pariwisata, kami akan promosi desa mina terpadu,” ucapnya.

Peliput: Jim Poluakan

Editor: Fian Kaunang

Comments

comments

Posted by on 10 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa,Minahasa Selatan,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *