Rapat Paripurna Tak Kuorum, Tumbelaka: Ini Pelecehan Legislatif Terhadap Eksekutif

DPRD Provinsi Sulawesi Utara (foto:okemanado.com)

DPRD Provinsi Sulawesi Utara (foto:okemanado.com)

MANADO, OKE – Anggota Dewan Provinsi Sulut Benny Rhamdani mengkritik kinerja rekan-rekannya sesama legislator. Bagaimana tidak, rapat paripurna pergeseran anggaran dan penyerahan laporan hasil reses yang digelar jumat (7/6), hanya dihadiri 17 orang wakil rakyat.

“ini memalukan, secara kelembagaan ini adalah salah satu bukti bahwa, kita (DPRD,red) tidak bisa mengemban amanat rakyat,” tegas Benny Rhamdani.

Menurut Rhamdani, sesuai aturan, rapat tidak bisa dilakukan karena anggota dewan yang hadir tidak memenuhi kuorum.

“Bagaimana kita mau memperjuangkan nasib masyarakat Sulut, sedang datang rapat untuk kepentingan rakyat saja kita malas. Pengesahan pergeseran anggaran ini kan untuk kepentingan masyarakat Sulut,” ujar Rhamdani.

Senada disampaikan pemerhati politik dan kemasyarakatan Taufik Tumbelaka. Aktivis jebolan Universitas Gajah Mada ini menilai, penundaan rapat paripurna merupakan bentuk pelecehan legislatif terhadap eksekutif.

“Kejadian ini memalukan serta melecehkan eksekutif. Sebaiknya anggota dewan berkaca karena mengabaikan agenda dewan yang sangat penting,” tutur Tumbelaka.

Untuk itu tidak salah menurutnya jika Ketua DPRD Sulut atas nama lembaga meminta maaf kepada pemerintah provinsi.

“Tidak salah jika Ketua DPRD meminta maaf atas kejadian memalukan ini. Diharapkan rapat besok anggota dewan bisa hadir agar rapat bisa dilaksanakan,” tukas Tumbelaka.

Diketahui, setelah wakil ketua DPRD Sulut Arthur Kotambunan merundingkan dengan ke-17 anggota dewan yang hadir, akhirnya rapat paripurna pergeseran anggaran dan penyerahan laporan hasil reses akan dilanjutkan sabtu (8/6) besok, pukul 09.00 Wita.

Peliput: Chaly Korompot

Editor: Chandra Paputungan

 

Comments

comments

Posted by on 7 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *