Kamtibmas Belum Maksimal, Aksi Penganiayaan dan Perampokan Kerap Terjadi

Aksi perampokan dan penganiayaan  pada malam hari masih kerap terjadi di Manado. (foto: ilus)

Aksi perampokan dan penganiayaan pada malam hari masih kerap terjadi di Manado. (foto: ilus)

MANADO, OKE— Rupanya  aksi penganiayaan disertai perampokan masih saja kerap terjadi di Kota Manado.  Program Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang dilakukan Polresta Manado kelihatan belum sepenuhnya dijalankan.

Julian Tangkere (31) fotografer PT Triniti Metro Church warga Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan VII, Kecamatan Wanea, menjadi korban penganiayaan dan pencuruian di jalan Titiwungen Selatan tepatnya depan café Lecci, (5/6) sekira pukul 00:30 Wita.

Menurut keterangan korban, saat itu  ia baru selesai melakukan pemotretan di café itu, ketika hendak pulang dirinya dihadang oleh orang tak dikenal. Pelaku langsung mengarahkan pisau dibagian dada, untung  pisau tersebut berhasil ditangkis dengan tangan kanan.

“Tangan saya nyaris putus dan terpaksa harus dijahit di rumah sakit, selain itu barang saya berupa satu unit camera merek Cannon 5D warna hitam, satu buah lampu Flash, satu buah trigger lampu, satu buah batrey charger, satu buah trippod lampu, dan satu buah printer merek cannon yang berada di dalam tas dibawa lari pelaku,” jelas  Tangkere dirung  Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Jumat, (7/6).

Kapolresta Kombes Pol Drs Amran Ampulembang MSi Melalui Kasubag Humas AKP Ruswan Buntuan mengatakan laporan tersebut sudah diterima dan akan ditindaklanjuti.

“Akibat aksi ini korban mengalami kerugian Rp25 juta,” singkat Buntuan.

Pelilut : Raygan Poluan

Editor : Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 7 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *