Produsen Minuman Keras Swedia Gugat Perusahaan Indonesia

(foto: ist)

(foto: ist)

JAKARTA, OKE – Produsen minuman keras asal Swedia, The Absolut Companie Aktiebolag, melayangkan gugatan kepada pengusaha lokal, Jie Kong karena telah menggunakan merek yang mirip dengan penggugat, yaitu ABSOLUT. Absolut Companie merasa sangat keberatan dengan tindakan Jie Kong karena merek penggugat adalah merek terkenal.

Klaim sebagai merek terkenal bukanlah sekadar kata. Absolut Companie membeberkan beberapa bukti awal untuk meyakinkan majelis sebelum tahap pembuktian itu sendiri. Dalam berkas permohonannya, Absolut Companie menyatakan bahwa perusahaan yang telah didirikan sejak 1978 ini telah mendaftarkan mereknya di sebagian besar daratan Eropa, Asia, dan Amerika, sebut saja Belanda, Brazil, Argentina, Irak, Irlandia, dan Norwegia.

Selain enam negara tersebut, masih ada puluhan negara tempat perusahaan asal Swedia ini mendaftarkan mereknya, termasuk Indonesia. Terdaftarnya merek ini di banyak negara sebanding dengan pesatnya nilai pertumbuhan produksi minuman. Sejak 1978 hingga 2008, Absolut Companie telah memproduksi minuman ini dari 90 ribu liter menjadi 96,6 juta liter.

Demi memperkuat dalil ini, Absolut Companie menunjukkan beberapa putusan pengadilan niaga yang mengakui keterkenalan merek ini, yaitu Putusan Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat No. 18/Merek/2009 tertanggal 15 Juni 2009 dan putusan Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat No. 55/Merek/2003/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 17 September 2003. Begitu juga dengan Putusan Peninjauan Kembali yang mempertegas keterkenalan merek ini di dunia internasional, yaitu Putusan No. 016/PK/Pdt.Sus/2006 tanggal 14 Mei 2008.

“Berdasarkan uraian tersebut, merek ABSOLUT milik penggugat sudah seharusnya mendapatkan perlindungan sebagai merek terkenal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek,” tulis kuasa hukum Absolut Companie, Adolf M Pangaribuan, dalam berkas permohonan.

Namun kuasa hukum Jie Kong, Eko Tanuwiharja, menolak dalil-dalil Absolut Companie yang mengatakan ABSOLUT sebagai merek terkenal. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengklaim diri sebagai merek terkenal.

Eko meminta perusahaan yang berasal dari negara yang diklaim dengan biaya hidup tertinggi di dunia ini untuk melihat Pasal 6 ayat (2) Konvensi Paris. Pasal tersebut mengatur bahwa antarnegara Konvensi Paris harus ada kontribusi yang nyata dari produsen terhadap negara tempat merek tersebut terdaftar. Sehingga, banyak tenaga kerja yang terserap dari investasi tersebut. Eko menilai  Absolut Companie tidak memenuhi aspek tersebut karena mereknya tidak diproduksi di Indonesia. ABSOLUT diimpor dari Swedia.

“Paling hanya 5% dari penduduk Indonesia yang kenal dengan merek ini,” pungkas Eko usai persidangan, Selasa (04/6). (hkm-ol/cp)

 

Comments

comments

Posted by on 5 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Internasional,Kriminal,Nasional,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *