Otoritas DPRD Minsel Bingung Menginterpretasi Peraturan KPU Soal PAW

ilustrasi/ist

ilustrasi/ist

AMURANG, OKE – Tampaknya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) nomor 7 Tahun 2013 masih termasuk untuk dilaksanakan. Hal ini disebabkan regulasi pendukung belum disiapkan. Apalagi dihubungkan dengan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD.

Ketua DPRD Minsel Boy V.A Tumiwa, BSc, SH kepada beberapa wartawan, menjelaskan pihaknya sangat mendukung aturan tersebut, namun dalam tahapan implementasi, hal itu dinilai sangat sulit.

“Sesuai dengan mekanisme yang berlaku bahwa dalam PAW anggota DPRD, Parpol mengusulkan nama calon pengganti ke DPRD, kemudian DPRD menyurat ke KPUD. Ini PAW biasa,” ujar Tumiwa.

Ia menjelaskan, jika hal itu tetap diproses, misalnya surat dari Parpol, kesulitannya sebagian pengurus kurang peduli lagi dengan partainya,  karena ada yang sudah pindah parpol. Pun, karena Parpol tersebut  sudah tak masuk lagi sebagai peserta Pemilu 2014.

“Nah sekarang siapa yang akan mengurus ini, dan siapa yang akan menggantikan mereka. lagipula bisa saja kan para anggota Parpol ini sudah menjadi Bacaleg di Partai lain,” jelasnya.

Terpisah Sekwan Minsel Drs Ben Watung mengatakan telah ada dua Anggota DPRD Minsel yang memberikan surat pengunduran diri.

“Pak Gino Rumokoy dan Pak Jones Kaseger,” terangnya.

Ketua Pokja Verifikasi KPUD Minsel Roy Suoth saat dikonfirmasi media ini Selasa (4/6) mengatakan, sejujurnya Peraturan KPU nomor 7 tahun 2013 telah diubah dengan Peraturan KPU nomor 13 tahun 2013,.

“Antara lain berisikan, DPRD tidak harus menunggu surat dari Partai Politik,” tukasnya.

Peliput: Jim Poluakan

Editor: Fian Kaunang

Comments

comments

Posted by on 5 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa,Minahasa Selatan,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *