Takut Dana APBD Minsel Terbongkar, 5 Anggota Dekab Mangkir Dari Panggilan Jaksa

Kasipenkum dan Humas Kejati Sulut, Steven Kamea SH (foto:ibra)

Kasipenkum dan Humas Kejati Sulut, Steven Kamea SH (foto:ibra)

MANADO, OKE— 5 anggota Dewan Kabupaten Minahasa (Dekab) Minsel mangkir dari panggilan penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Kejati (Sulut), Selasa (4/6). Pemanggilan ke 5 Dekab itu, terkait dugaan korupsi  dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Minsel, Rp19 miliar, 2006-2007 silam.

Perilaku anggota dewan terhormat ini,  menunjukan sifat yang tidak professional dalam membantu pemerintah untuk membuka aliran dana senilai Rp19 miliar. Padahal keterangan mereka sangat membantu penyidik Kejati Sulut untuk mencari tahu ke mana dana itu mengalir.

Ketidak hadiran mereka ini untuk memberikan keteangan tidak didasari alasan yang jelas. Para dewan terhormat itu mulai memberikan contoh yang  kurang baik terhadap masyarakat Sulut.

Sebelumnya 29 legislator Minsel, ketika dipanggil penyidik Kejati mereka menurutinya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, DR Onggal Siahaan SH Ssos MH, melalui Kasipenkum dan Humas, Steven Kamea SH, menegaskan sikap ini mulai mencerminkan sifat pembangkang.

Diketahui ke 5 anggota masih aktif dalam menjalankan tugas. 5 anggota dewan ini yakni, Vecky Mamahit, Hellen Lembong, Hendra Pelle sudah dipanggilan sejak, Senin (3/6), untuk Jefferson Runtuwene serta Andre Umboh baru dipanggil, Selasa hari ini untuk  menghadap penyidik.

“Bila mereka tidak datang untuk pemanggilan berikut, kami akan bersikap tegas,” pungkas Kamea.

Peliput/Editor : Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 4 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Minahasa Selatan,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *