PERADIN Usul Usia Maksimal Calon Advokat 35 Tahun

(foto: ist)

(foto: ist)

JAKARTA, OKE – Dalam rangka penyusunan RUU Advokat, Panitia Kerja (Panja) DPR kembali menjaring masukan dari organisasi advokat. Kali ini, Senin (3/6), yang dihadirkan adalah Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) dan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI). Pimpinan masing-masing organisasi hadir langsung menyampaikan sejumlah masukan kepada Panja.

Dari PERADIN, muncul usulan tentang pembatasan usia minimal dan maksimal calon advokat. Ketua DPP PERADIN, Ropaun Rambe mengatakan pembatasan usia perlu dilakukan dalam rangka penguatan profesi advokat. Pembatasan ini, lanjutnya, perlu dibuat karena selama ini profesi advokat terkesan menjadi tempat penampungan para pensiunan aparat hukum.

Untuk itu, PERADIN dalam naskah RUU versi mereka mencantumkan rumusan Pasal 7 ayat (3) yang berbunyi, “Untuk dapat diangkat menjadi advokat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Warga Negara Indonesia. b. Berusia minimal 25 tahun dan maksimal 35 tahun”.

Merujuk pada UU Advokat yang saat ini berlaku, UU No 18 Tahun 2003, batas usia maksimal memang belum diatur. UU No 18 Tahun 2003 hanya mengatur batas usia minimal untuk menjadi advokat yakni 25 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (1) huruf d.

Tidak hanya soal pembatasan usia, PERADIN juga menyodorkan beberapa ide lain. Pendidikan advokat, misalnya, diusulkan agar dapat dilakukan oleh organisasi advokat dengan syarat organisasi tersebut mendirikan lembaga pendidikan yang memiliki izin akreditasi dari Kementerian Pendidikan Nasional.

Usulan PERADIN tentang pembatasan usia maksimal calon advokat didukung oleh HAMI. Presiden HAMI, Sunan Kalijaga juga mengusulkan agar usia calon advokat dibatasi maksimal 35 tahun. Pembatasan usia, kata Sunan, perlu dilakukan agar profesi advokat menjadi profesi mulia atau biasa disebut officium nobile. (hkm-ol/cp)

Comments

comments

Posted by on 4 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nasional,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *