LSM SRM Desak Panwaslu Kotamobagu Larang Lagu yang Destruktif

Kampanye seharusnya bersifat mendidik masyarakat(foto: ist)

Kampanye seharusnya bersifat mendidik masyarakat(foto: ist)

KOTAMOBAGU, OKE – Beredarnya lagu-lagu propagandis masing-masing kandidat Pilwako Kotaobagu dalam bentuk rekaman VCD, di satu sisi menambah kesan semarak pesta demokrasi langsung di wilayah itu.

Namun, bertenggernya interest politis sedikit membuat sejumlah lirik dalam lagu-lagu milik beberapa kandidat tertentu, bertendensi provokatif.

Dalam pandangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Swara Rakyat Merdeka (SRM), seharusnya tema dan lirik lagu bersifat sosialisasi yang mendidik atau mengarahkan psikologis massa dalam dalam perspektif moral, dan bukan sebaliknya berisikan pesan-pesan destruktif.

“Kami minta Panwaslu melarang dan mengambill tindakan tegas terhadap pemutaran lagu-lagu yang cenderung provokatif, karena bisa merusak suasana demokrasi,”tegas ketua LSM SRM Sofian BD, Senin(3/6) via selular.

Beliau pun menyatakan akan lebih mengesankan, jika lagu-lagu yang dibawakan berisikan program-program kandidat, sehingga lebih mudah dicerna oleh masyarakat.

“Intinya, kampanye dalam dalam bentuk apapun itu, seharusnya bersifat mendidik dan membangun, bukan sebaliknya destruktif dan provokatif,” tandasnya.

Peliput: Knb

Editor: Fian Kaunang

Comments

comments

Posted by on 4 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Bumi Totabuan,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *