Cabuli Anak di Bawah Umur, Kerol Divonis 7 Tahun Penjara

(foto:ist)

(foto:ist)

MANADO, OKE— Terbukti melakukan persetubuhan terhadap gadis di bawah umur, terdakwa Sutrisno Lumabiang alias Kerol (39) warga Kelurahan Sindulang satu, Kecamatan Tuminting, divonis 7 tahun penjara oleh Majelis Hakim Willem Rompies SH, dkk, Selasa (4/6).

Selain hukuman badan, terdakwa yang berprofesi sebagi sopir itu juga dikenai denda sebesar Rp60 juta subsider 4 bulan. Hal ini diungkapkan majelis hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

”Terdakwa terbukti dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya segabaimana diatur pidana pasal 1 Ayat (1) Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” ungkap Rompies dalam  putusannya.

Hukuman itu lebih ringan dari tuntutan  Jaksa Penuntut  Umum (JPU) Nory Pateh.

Sesuai dakwaan JPU dimana terdakwa kenal dengan saksi korban sejak bulan Juni 2012 melalui jejaring sosial BBM dan pertama kali bertemu dengan saksi korban di jalan Kawangkoan dan saat itu terdakwa sedang menjalin hubungan pacaran dengan saksi korban. 21 oktober 2012 kemudian korban  tinggal bersama terdakwa di Kelurahan Sindulang Lingkungan II,  Kecamatan Tuminting selama enam hari.

Terdakwa juga membenarkan pada Minggu 21 Oktober 2012 terdakwa janjian dengan saksi korban lewat telpon dan bertemu dengan korban sekitar pukul 19.00 Wita di depan Bank BRI Kawangkoan. Dirinya juga membenarkan melakukan hubungan layak suami istri dengan korban sekitar bulan Oktober.

Peliput/Editor : Ibrahim Hiola

Comments

comments

Posted by on 4 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *