Astaga, Ternyata Ada ‘Burung Taon’ Di Komisi C DPRD Manado

Kantor DPRD Kota Manado.(foto:istimewa)

Kantor DPRD Kota Manado.(foto:istimewa)

MANADO, OKE–Sekilas nampak biasa-biasa saja, saat sosok salah seorang legislator dari Partai Demokrat yang berbadan tegap itu, terlihat di sela-sela rapat internal Komisi C DPRD Manado yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Namun, lama-kelamaan, akhirnya si ‘burung taon’ itu tak nyaman juga. Pasalnya, sejumlah sorotan awak media, kerap ditujukkan padanya. Bukan lantaran memiliki wajah entertainer, atau pun berpenampilan menarik, tapi karena memang faktanya, aktivitasnya di lembaga DPRD Manado, masuk kategori ‘burung taon’. Hanya itu.

Bahkan, meski banyak menuai kritikan beberapa waktu lalu, si ‘burung taon’ terkesan tak peduli. Malah, memamerkan keindahannya, menebar rentetan aksara dalam diskusi yang penuh konspirasi politik saat itu. Tak lupa, diselipkan pula premis-premis logis yang cukup membungkam mulut para politisi senior di komisi yang membidangi pembangunan tersebut.

“Anda bisa lihat sendiri, bagaimana si ‘burung taon’ berimprovisasi. Sungguh luar biasa,” ujar salah seorang legislator senior di Komisi C.

Kiprah si ‘burung taon’ dikabarkan sering menimbulkan daya rasa tersendiri. Apakah perilakunya yang tergolong ‘burung taon’ dilakoni karena memang dirinya suka dianggap menjengkelkan, ataukah karena ingin mencari sensasi saja.

“Terlalu kompeks untuk menilainya. Bahkan meski sudah dinasehati, dia tetap saja begitu,” tambah salah seorang personil Komisi C kembali.

Memang, dari informasi yang dirangkum, profesinya sebagai legislator sering bertabrakan dengan usaha yang dilakoninya. Pasalnya, si ‘burung taon’ harus mengatur perkembangan usahanya yang katanya bergerak di bidang otomotif.

“Mungkin beliau kesulitan membagi waktu. Makanya, kehadirannya memang pantas tergolong ‘burung taon’,” kata legislator senior itu kembali.

Aktivitas si ‘burung taon’, kabarnya sering membuat gemas anggota komisi. Tak anyar, sebagian besar dari mereka, kerap resah karena ulahnya yang belum membaik. Karena hal itu juga, lokasi meja si ‘burung taon’ kelihatannya sengaja ditempatkan berhadapan dengan tiang penyangga di dalam ruang komisi. Bukan tidak mungkin, si ‘burung taon’ mulai diacuhkan kehadirannya, bila sewaktu-waktu nongol di komisi.

“Mungkin saja demikian. Kan orangnya sudah begitu. Jalan terbaik adalah mengacuhkannya. Toh konsekuensi publik akan menimpanya,” tegas legislator senior tersebut kembali.

Reporter: Ivan Jeremy

Comments

comments

Posted by on 3 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *