Jelang Pilkada Sitaro, Istri Cabub Toni Supit Mendapat Perlakuan Anarkis Dari Pendukung Lawan

(foto: ist)

(foto: ist)

SIAU, OKE – Tensi politik di Kabupaten Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) jelang Pilkada yang rencana akan digelar 5 Juni mendatang, terus memanas. Minggu (2/6), ibu Evangeline Supit-Sasingen yang tidak lain adalah istri calon Bupati, Toni Supit, dicegat massa pendukung lawan politik saat sedang melakukan perjalanan.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum okemanado.com, aksi sweeping yang lakukan sekelompok warga tersebut diawali dari rasa curiga. Kelompok masa yang diduga merupakan pendukung Salera tersebut curiga terhadap istri kandidat yang juga merupakan incumbent tersebut akan melakukan aksi bagi-bagi uang (money politik) dan serangan fajar kepada warga.

selain menggeledah kendaraan, massa juga melakukan tindakan penganiayaan terhadap orang-orang yang mendapingi mantan Ketua TP PKK Sitaro itu.

Aksi main hakim sendiri tersebut sontak menuai kecaman dari pendukung Tonsu-Bersi, tidak terkecuali, Ketua Tim Pemenang Pasangan Toni Supit-Siska Salindeho (Tonsu-Bersi), Djibton Tamudia.  Saat dikonfirmasi, Tamudia mengaku sangat kecewa dengan tindakan anarkis tersebut.

“Kami sangat sedih dengan apa yang terjadi, ini menunjukan bahwa kedewasaan berpolitik sebagian masyarakat kita masih sangat memprihatinkan khususnya mereka yang ada di kubu lawan,” kata Tamudia dengan nada kesal.

Dirinya tidak pernah menyangka jika hal demikian akan terjadi mengingat tiap kali melakukan orasinya, mereka selalu menyerukan perdamaian. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum dalam hal penyelesaian masalah tersebut.

“Negara kita adalah negara hukum, mereka yang melanggar hukum harus diproses secara hukum,” tegasnya.

Terkait adanya indikasi aksi serangan fajar serta bagi-bagi uang, Tamudia menanggapi dengan sinis.

“Itu hanyalah rekayasa belaka,” singkatnya.

Jika terbukti, Kata Pria yang juga merupakan Ketua DPRD Sitaro itu, silahkan mengajukan laporan terhadap pihak berwajib.

“Kalau memang ada informasi demikian, silahkan lapor,” ketusnya.

Sementara itu, kepada para pendukung, Tamudia meminta untuk tidak menanggapi lebih peristiwa tersebut apalagi jika sampai melakukan aksi balas dendam.

“Saya berharap para pendukung Tonsu Bersi akan bersikap dewasa dalam menyelasaikan masalah tanpa harus bertindak anarkis,” harapnya. “Mari kita ciptakan Pemilukada yang aman dan damai,” pungkasnya.

Peliput: Robert Lalenoh

Editor: Chandra paputungan

Comments

comments

Posted by on 2 June, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Nusa Utara,Oke Manado,Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *