Empat Auditor BPK Sulut Diduga Mark Up Pengadaan Lahan

(foto:ilus)

(foto:ilus)

MANADO, OKE— Tabungan Kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado kini bertambah lagi. Ini setelah Jaksa  Kejaksaan Negeri (Kejari)  Manado, Oikurnia Zega SH resmi melimpahkan berkas kasus dugaan Mark Up pengadaan lahan kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (29/5). Hal ini disampaikan Humas Pengadilan Negeri (PN) Manado, Novvry Oroh SH.

“Berkasnya sudah ada penetapan Hakim, Untuk Ketua Majelisnya  H Ahmad Shalihin SH MH dan anggota mejelis Parlindungan Sinaga SH serta Wenny Nanda SH,” ungkap Oroh.

Dalam kasus Mark Up  tersebut menyeret empat orang Auditor BPK Sulut diantaranya, MY alias Muhammad, AS alias Ambo, SH alias Sjarief serta WIS alias Wahyudi.

“Mereka  diduga  melakukan Mark Up  penggelembungan dana dalam pengadaan lahan BPK,” tambah Oroh.

Akibat perbuatan para calon terdakwa dengan pemilik lahan Negara dirugikan Rp6,7 milyar.  Sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Elwin Agustian Khahar MH, perbuatan para calon terdakwa yang merupakan auditor aktif tersebut dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair dan juga pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsidair. (ibra)

Comments

comments

Posted by on 29 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

One Response to Empat Auditor BPK Sulut Diduga Mark Up Pengadaan Lahan

  1. adi Reply

    13 June, 2013 at 02:44

    diluruskan, tidak semua pegawai bpk auditor. mereka pegawai/pelaksana bpk biasa, bukan auditor. seperti tidak semua polisi sebagai polantas. ada reskrim, intel, sabhara, dan administrasi. tidak semua pegawai kejaksaan adalah jaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *