Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow: 9 Remaja Telah Meninggal

NAAS: Sejumlah korban yang terseret ombak di pantai Ranowangko saat hendak dievakuasi, Sabtu (25/5). (foto: ist)

NAAS: Sejumlah korban yang terseret ombak di pantai Ranowangko saat dievakuasi, Sabtu (25/5). (foto: ist)

TONDANO, Oke – Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow saat dikonfirmasi terkait kabar tenggelamnya belasan remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sentrum Liningaan Tondano, Sabtu (25/5), sekira pukul 15.00 wita, mengungkapkan bahwa hingga kini telah terdapat 9 korban yang dinyatakan meninggal.

“Saat ini 9 korban dikabarkan telah meninggal,” kata Sajow kepada Okemanado.com.

Meski demikian, Sajow belum bisa menyebutkan satu persatu nama-nama remaja yang menjadi korban keganasan ombak di pantai Ranowangko tersebut.

Sementara itu, menurut Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Minahasa, Agustivo Tumundo, nama-nama korban tersebut diantaranya:

1. Angie Tengkel (Orang tua: Robert Tengkel)
2. Bela Surentu (Orang tua: Pdt. Meyti Manus)
3. Valdo Surentu (Orang tua: Dekky Surentu)
4. Dandi Wuisang (Orang tua: David Wuisang)
5. Dela Waney (Orang tua: Rommy Waney)
6. Pingkan Mentu (Orang tua: Nov Mentu)
7. Andre Tumengkol (Kritis) (Orang tua: Jefri Tumengkol)
8. Jeniver Alexander (Kritis)
9. Resky Candra.

Di sisi lain, dari hasil pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah kendaraan ambulance terus diarahkan ke Tondano. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah data terkait musibah naas ini masih sementara dirampungkan.  (Ein)

Comments

comments

Posted by on 25 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Minahasa,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

3 Responses to Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow: 9 Remaja Telah Meninggal

  1. Stefanus D. Polii Reply

    26 May, 2013 at 04:00

    Saya atas nama pribadi dan keluarga, Turut Berduka Cita atas meninggalnya adik adik remaja tercinta ini. Tuhan berkehendak lain dan apa yang diperbuat oleh Bapa di Surga baik adanya.

    Atas peristiwa ini saya menghimbau kepada khalayak ramai untuk lebih waspada bilamana berada di badan air apapun bentuknya baik itu telaga, sungai, danau, laut, bahkan di dalam ember/bak mandi pun dengan ketinggian air lebih dari 15 cm dapat membuat balita “drowning”, dsb.

    Kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa, agar supaya mempertimbangkan dibentuknya satuan penyelamat khusus di daerah rekreasi pantai padat pengunjung. diberikan pelatihan khusus oleh badan yang berwenang dengan misi pengurangan resiko bencana akibat kecelakaan seperti yang di alami oleh adik adik remaja kita di pantai Tulap baru baru ini. Selain itu, satuan khusus penyelamat ini harus dilengkapi dengan sarana prasarana penyelamatan yang memadai seperti perahu karet, alat komunikasi, ambulans, paramedik, dan lain sebagainya.

    Semoga keindahan pantai di wilayah Kabupaten Minahasa tercinta ini betul betul menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan bagi masyarakat Minahasa dan sekitarnya melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah yang mengambil peran aktif di bidang preventif dan mitigasi dan pengguna pantai yang bertanggung jawab dan patuh pada himbauan himbauan keselamatan yang dibuat dan dikeluarkan oleh Pemerintah.

    Tuhan Memberkati Kita Semua. Tuhan Memberkati Minahasa.

  2. edwi aldrin lumi Reply

    27 May, 2013 at 13:55

    Turut berduka cita..

  3. Robert Reply

    28 May, 2013 at 14:26

    Setuju untuk Bpk SDP, saran dan masukan yang sangat baik bagi pemerintah kita.

    Tuhan penghibur sejati bagi keluarga korban yang ditinggalkan.GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *