Oknum Ketua UPK PNPM-MP Talaud Dituntut 4,6 Tahun Penjara

Korupsi PNPM Mandiri (foto:ist)

Korupsi PNPM Mandiri (foto:ist)

MANADO, OKE— Djohan (43) warga Kelurahan, Beo Timur, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, oleh JPU dituntut 4,6 tahun penjara. Pada Sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Kamis (23/5) itu, terdakwa juga didenda Rp50 juta serta uang pengganti Rp136 juta.

Menurut Jaksa Penutut Umum (JPU) Noval Thaher SH terdakwa selaku Ketua Unit Pengelolaan Kegiatan (K-UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP)  Kepulauan  Talaud di Kecamatan  Beo, diduga melakukan tindakan korupsi sebesar Rp136.161 juta.

“Hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Terdakwa juga tidak berinisiatif untuk mengembalikan kerugian negara, dan hal yang meringankan bahwa terdakwa bersikap sopan dalam persidangan,” ungkap JPU dihadapan Ketua Majelis hakim Armindo Pardede SH MAP dan anggota mejelis hakim Novvry Oroh SH serta Nick Samara SH.

Perbuatan terdakwa melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang  Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang  Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini bermula pada tahun 2009-2010 kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) melalui unit UPK memperoleh bantuan kredit dari dana bantuan langsung masyarakat berasal dari PNPM-MP dengan cara pembayaran dengan mengangsur setiap bulan. Saat itu ada 7 kelompok yang mendapat bantuan, yakni  kelompok bunga karang pada bulan Maret 2010 mendapat bantuan dana Rp29 Juta, kelompok usaha bersama pada bulan Maret 2010 mendapat Rp136 juta, kelompok Mekar Sari satu bulan Januari 2010 Rp16 juta, kelompok Mekar Sari pada bulan maret 2010 Rp49 Juta, kelompok Maju Bersama pada Mei Rp25 Juta, kelompok Suka Maju pada Agustus 2010 Rp25 Juta serta kelompok Sekar Maju pada Januari 2010 sebesar Rp16 Juta.
Setelah dilakukan pengecekan  dan mengurus administrasi oleh Adriana Lariwu SH selaku fasilitator ternyata ke 7 kelompok itu semuanya bermasalah sejak  Setoran awal dari 2009-2010. Padahal sebagian kelompok telah melakukan pembayaran awal. Diduga uang tersebut dipergunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi. (ibra)

Comments

comments

Posted by on 23 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *