Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil “Diserbu” Warga

RAMAI: Warga sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran gratis. (foto: Okemando.com/Ein)

RAMAI: Warga sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran gratis. (foto: Okemando.com/Ein)

MANADO, Oke – Dalam kurun waktu dua hari terakhir ini, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Manado dibanjiri pengunjung. Warga yang berbondong-bondong datang ke kantor adalah mereka yang hendak mengurus akta kelahiran.

Lonjakan jumlah kunjungan yang diperkirakan mencapai lima kali lipat dibanding hari-hari sebelumnya ini membuat pegawai setempat terkejut, tidak terkecuali kepala dinas, Hans Tinangon.

“Ini merupakan hal yang tidak biasanya terjadi,” kata Tinangon, kala ditemui di ruangannya, Kamis (23/5).

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan bahwa membludaknya jumlah warga yang datang mengurus akta kelahiran disebabkan karena tersebarnya isu bahwa pembuatan akta kelahiran gratis hanya sampai Juni 2013. Tinangon mengaku, dirinya sangat menyesalkan tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab itu.

“Saya sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh oknum tersebut,” ungkap Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) itu.

Dirinya juga mengaku hingga kini belum mengetahui identitas para pelaku yang menyebarkan kabar yang tidak benar itu. Dia menegaskan bahwa Pemkot Manado tetap memberlakukan pembuatan akta kelahiran secara gratis.

“Pembuatan akta kelahiran hingga kini belum dikenakan biaya. Ini diberlakukan Berdasarkan Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang Penetapan Retribusi Daerah,” tegasnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada kepala-kepala kecamatan agar bisa meneruskan informasi ini kepada para Lurah dan Kepala-Kepala Lingkungan untuk di teruskan kepada masyarakat. “Saya harap masyarakat tidak akan terpengaruh oleh isu yang tidak benar ini,” pungkasnya.

Di sisi lain, membludaknya jumlah warga yang mengurus akta kelahiran ini karena desakan isu yang tidak benar tersebut, secara tidak langsung menunjukan kepada bahwa masyarakat Manado saat ini masih tergolong lalai.

“Jika kelalaian ini terus dibiarkan maka akan berdampak buruk ke depannya,” ujar salah seorang pegawai di salah satu instansi di kantor walikota. (Ein)

Comments

comments

Posted by on 23 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *