Kematian Bayi 6 Bulan, 2 Bocah Dihadirkan JPU Jadi Saksi

Nova  Pelaku Pembunuhan Sadis Terhadap Bayinya Sendiri (foto:ibra)

Nova Pelaku Pembunuhan Sadis Terhadap Bayinya Sendiri (foto:ibra)

MANADO, OKE—  Sidang kasus pembunuhan bayi kembar  yang masih berusia 6 bulan, Ralfa dan Raldo  dengan terdakwa Nova (43) warga Kelurahan, Winangun I Lingkungan III Kecamatan Malalayang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Rabu (22/5).

Dalam kasus pembunuhan sadis itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mariana Matulessy SH menghadirkan tiga saksi yakni  Herry Tumelap (saksi pelapor,red) dan   kedua kakak tiri korban,Timothy (10) serta Miracel Wurangian (12).

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Parlindungan Sinaga SH dan anggota mejelis Verra Lihawa SH. MH serta Novvry Oroh SH,  Herry Tumelap mengatakan dimana ia tidak percaya bila pelakunya adalah terdakwa .

“Saya tahu persis terdakwa sangat menyayangi ketiga anak kembarnya,” ungkap Tumelap .

Tumelap  dan terdakwa merupakan pasangan suami istri yang belum sah itu, mengungkapkan selama ini hubungan keduanya baik-baik saja.

“Waktu terjadi pembunuhan saya tidak berada di rumah,” singkat Tumelap.

Jaksa Penuntut Hadirkan Kakak Tiri Korban (foto:ibra)

Jaksa Penuntut Umum Hadirkan Kakak Tiri Korban (foto:ibra)

Kemudian majelais hakim melakukan pertanyaan terhadap Timothy serta Miracel Wurangian anak tiri dari Temelap. Keduanya menjelaskan sebelum kejadian itu, ibu mereka menyuruh menjaga ketiga adik kembarnya tersebut.

“Torang ada jaga itu ade karena mama bilang, mama  mau keluar nda lama dan waktu itu Ade torang ada bekeng akang susu karena so manangis,” ujar Timothy dan Miracel berdialeg Manado.

Keduanya juga menjelaskan setelah dibuatkan susu ketiga adiknya itu sudah tidak menangis lagi. Melihat adiknya sudah tidak menangis keduanya keluar kamar dan bermain di luar.

“Tiba-tiba saya mendengar adik menangis setelah saya masuk dan melihat adik saya ternyata tinggal satu. Torang cari dan langsung pangge tetangga dan teryata Ade itu ada dalam kamar mandi tapi so nda bernyawa,” terang Timothy berdialek Manado.

Diketahui peristiwa tragis itu terjadi,  Sabtu 8 Desember 2012 sekitar jam 11.00 Wita dirumah keluarga Tumelap di Kelurahan  Winagun I, Lingkungan III, Kecamatan  Malalayang. Kedua Bayi itu ditemukan oleh tetangga sudah berada dalam tempayan  yang sudah terisi air. Saat ditemukan kedua bayi itu sudah tidak bernyawa.

Sementara  JPU menjerat terdakwa, pasal 80 ayat (3) jo ayat 94) Undang-undang  Nomor  23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan pasal 338 KUHP serta pasal 351 ayat (3) KUHP.(ibra)

Comments

comments

Posted by on 22 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *