Keluarga Korban Alm. Yonoly Utajana Siswa IPDN Mengajukan Sejumlah Bukti ke Polda Sulut

Mapolda Sulut.  foto : ist/*

Mapolda Sulut. foto : ist/*

MANADO, Oke —  Martina (55) ibu kandung korban meninggalnya Yonoly Utajana (20), warga Maluku Tenggara, dalam kegiatan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tondano (25/1) lalu itu, Senin (20/5) mendatangi Polda Sulut untuk bertemu langsung dengan Kapolda Sulut Brigjen. Pol. Dicky Atotoy. Keluarga ini membawa sejumlah bukti terkait meninggalnya siswa IPDN itu.

Menurut Martina,  kedatangan  pihak keluarganya   untuk menunjukan bukti-bukti terkait meninggalnya Utajana. Namun pihak keluarga kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Kapolda, karena saat itu Kapolda sedang tidak berada ditempat.

“Kami bermaksud bertemu dengan Kapolda untuk mengadukan penanganan kasus kematian anak kami Yonoly yang hingga ini belum tuntas,” ungkap Martina.

Diketahui sebelumnya kasus ini, pihak IPDN Tondano menyatakan kematian Yonoly murni kecelakaan.

Namun merasa ada keganjal dengan kematian itu, pihak keluarga kemudian mengumpulkan berbagai informasi, dan juga telah melaporkan kasus kematian ini kepada pihak kepolisian.

“Kami sudah mengumpulkan berbagai informasi, kami curiga ada sesuatu karena ada berbagai kejanggalan, mulai dari keterangan polisi yang menyatakan bahwa korban telah diotopsi sebelum jenasah dikirim ke Maluku Tenggara, setelah kami melakukan konfirmasi ke dokter yang bersangkutan, dokter mengaku hanya melakukan otopsi besar yakni pemeriksaan air seni dan paru,” kata Martina.

Tidak percayanya pihak keluarga ini karena dari tubuh korban masih keluar cairan. Tambah lagi dari perut kiri korban masih keluar cairan.  Kejanggalan lain juga saat keluarga  memeriksa foto kegiatan ternyata dibaris kelima yang merupakan posisi korban ternyata diisi oleh orang lain.

“Waktu itu pihak IPDN mengatakan bahwa korban ada diposisi itu ternya korban tidak ada disitu,” kata  salah satu keluarga korban di kantor Polda Sulut.

Pihak keluarga berharap agar kematian Utajana  dapat segera dituntaskan.

“Kami berada di Manado sejak bulan Maret, sebelum kasus ini tuntas kami belum akan kembali ke Maluku Tenggara,” pungkas ibu korban. (Egen)

Comments

comments

Posted by on 20 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *