Kasus KDRT di Minut Meningkat

ilustrasi-kdrtMINUT, OKE – Selain kasus cabul, kasus tindak kekerasan khususnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) lagi meningkat terjadi di daerah Kabupaten Minahasa Utara. Menurut Bobby Selang selaku Kasi Intel Kejari Airmadidi, bahwa fenomena yang terjadi di masyarakat Minut, korban enggan melapor. “Korban paling banyak perempuan yang sudah menikah,” kata Selang.

Uniknya, permasalahan KDRT ini ada pada pelakunya. Semisalkan pelakunya adalah tulang punggung keluarga yang menghidupi istri dan anak, bila dilakukan penahanan maka akan berakibat pada pemberian nafkah bagi istri dan anak pelaku. “Untuk hal tersebut, tetap ditindak sesuai laporan yang ada, karena sudah terjadi tindak kekerasan,” kata Selang. Persoalan lain dari kasus KDRT, masih ada juga korban yang takut melapor, apakah itu karena ada ancaman dari pelaku atau karena takut tak dinafkahi atau ditinggali.

Sementara bila ada kasus KDRT, masyarakat yang melihat atau mendengar adanya tindak kekerasan tersebut, dapat melaporkan ke pihak berwenang. “Masyarakat bisa mengamankan, melindungi, beri perawatan dan laporkan,” kata Selang. Ferry Manoppo, Kasat Reskrim Polres Minut, mengatakan kasus KDRT memang di proses tapi diawali dengan musyawarah untuk dirujuk. “Kita atur damai dulu, kalau memang korban mau melanjutkan laporannya, tetap kita proses hukum,” kata Manoppo. (obi)

Comments

comments

Posted by on 20 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Minahasa,Minahasa Utara. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *