DPR Tinjau Lokasi Longsor Freeport, 22 Orang Masih Terjebak

Foto : ANTARA/Dok-Freeport Indonesia

Foto : ANTARA/Dok-Freeport Indonesia

TIMIKA, Oke – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Priyo Budi Santoso, meminta PT Freeport Indonesia terus mencari para pekerja yang terjebak dalam reruntuhan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan dengan mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk peralatan tercanggih.

“Kami tetap menginginkan dilakukan terus pencarian korban, apa pun dan bagaimanapun keadaannya. Selamatkan nyawa para korban kalau memang masih bisa diselamatkan sampai menit terakhir sekalipun,” kata Priyo bersama enam anggota DPR seusai meninjau lokasi reruntuhan di PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, Minggu (19/5). Enam anggota DPR yang ikut dalam rombongan itu adalah Paskalis Kossay, Peggy Patricia Patipi, Manuel Kaisiepo, Jamaluddin Jafar, Ali Kastella, dan Aus Hidayat Nur.

Rombongan Senayan mendapat penjelasan tentang peristiwa nahas itu dari manajemen PT Freeport. Saat ini, 22 orang pekerja masih terjebak di timbunan reruntuhan, 16 orang lainnya sudah ditemukan, dan 6 di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Salah satu korban yang telah ditemukan, Jhoni Tulak, masih disemayamkan di rumah kerabatnya di Timika untuk kemudian diterbangkan ke Sulawesi Selatan, Senin.

Setibanya di di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Priyo bersama enam anggota DPR itu langsung menuju Tembagapura menggunakan helikopter untuk meninjau langsung proses evakuasi para pekerja yang masih terjebak itu. Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto, dan Direktur Utama Freeport McMoRan Copper & Gold, Richard Atkerson, ikut mendampingi rombongan DPR ini.

“Kami tidak disarankan untuk masuk ke lokasi tambang itu karena pertimbangan faktor keselamatan. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk menengok langsung ke area itu,” tutur Priyo.

Di tempat itu, rombongan DPR mendapat penjelasan dari regu penyelamat tentang upaya evakuasi dari sisi timur dan sisi barat. PT Freeport mengerahkan 200 orang anggota regu penyelamat yang bekerja 24 jam dengan peralatan terbaik untuk bisa menemukan dan mengevakuasi korban.

“Ini perlu diapresiasi dan diketahui publik, baik nasional maupun internasional. Kami semua menyaksikan anak-anak muda itu bekerja siang-malam. Untuk apa yang telah mereka lakukan, kita patut memberikan apresiasi,” kata Priyo.

Regu penyelamat PT Freeport terus berupaya menyemburkan oksigen segar melalui sebuah pipa ke dalam ruang kelas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan yang telah runtuh dan menggunakan fasilitas pendeteksi getaran yang disebut Lifepak 3 untuk mengetahui apakah masih ada korban yang hidup. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di Timika, Minggu, regu penyelamat PT Freeport pada Minggu petang sekitar pukul 17.00 WIT kembali menemukan satu lagi jenazah pekerja yang terjebak dalam reruntuhan fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan tersebut. Korban itu bernama Aris Tikupassang.

Sementara itu, anggota DPR, Aus Hidayat Nur, mendesak PT Freeport Indonesia untuk segera memberikan hak korban kepada keluarga. “Kita minta PT FI terbuka dengan mengumumkan nama-nama korban. Kita juga minta PT FI untuk segera memberikan ganti rugi kepada keluarga korban,” kata Aus.

Freeport sendiri menjanjikan keluarga korban bakal mendapat santuan uang duka antara 1 miliar hingga 1,6 miliar rupiah. “Mereka tertimbun, bukan terjebak seperti yang diberitakan sebelumnya, dan korban pun berjatuhan,” ungkap Aus. (ok/*/Ant/Koja)

Comments

comments

Posted by on 20 May, 2013. Filed under Breaking News,Nasional. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *