Sarundajang Ingatkan Semangat dan Etika Melayani

SH Sarundajang saat tampil sebagai pembicara. (foto: hms)

SH Sarundajang saat tampil sebagai pembicara. (foto: hms)

MANADO, Oke — Gubernur Sulut Dr. SH. Sarundajang kembali mendapatkan kehormatan menjadi pembicara dalam rangkaian acara Pre-Event General Assembly World Council of Churces (WCC) yang dikemas dalam Seminar Celebration of Unity (CoU)”, yang dilaksanakan di Grand Ballroom ICC, Mega Glodok Kemayoran pada Jumat Siang (17/5). Di hadapan para pemimpin gereja se Asia dan perwakilan gereja dari seluruh dunia, SHS mempresentasikan tentang pentingnya peran gereja dalam menciptakan pemerintahan dan politik yang bersih.

Dalam materinya, SHS menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini, umat beriman yang berada dalam denominasi gereja di Indonesia telah menunjukkan partisipasi yang positif dan signifikan dalam berbagai kegiatan kelembagaan negara dan daerah. Keterlibatan gereja telah mewarnai kehidupan sistem pemerintahan dan politik di Indonesia. Walaupun dari segi kuantitas terbatas, tetapi umat gereja telah menunjukkan kualitas kepemimpinan dalam kegiatan politik dan pemerintahan. “Inilah yang diharapkan “small but powerfull”, walau sedikit tetapi sangat berkualitas, punya karakter dan kemampuan, serta anti korupsi”, ujar Sarundajang diiringi tepuk tangan yang meriah oleh para pendeta, pastor dan gembala dari berbagai denominasi gereja di seluruh dunia, seperti WCC, PGI, KWI, PGLII, PGPI, Gereja Bala Keselamatan, Persekutuan Baptis Indonesia, Gereja Ortodoks Indonesia dan Gereja Masehi Advent hari ketujuh.

Khususnya di Indonesia, kehidupan politik dan pemerintahan, dilandasi oleh nilai-nilai luhur pancasila, yang mengakui keberagaman, kesetaraan dan tidak diskriminatif. Oleh karena itu, dalam konteks keagamaan, tidak dikenal “diktator mayoritas dan tirani minoritas” semua masyarakat indonesia dalam berbagai suku, agama, ras dan antar golongan, memiliki peluang yang sama untuk mendharmabaktikan diri, keluarga dan kelompok organisasinya bagi kesejahteraan rakyat. Dalam hubungan itu, maka sebagai hamba Tuhan dan pengikut kristus, umat gereja dan pejabat kristen dituntut untuk mengembangkan Semangat dan Etika Melayani. “Seperti Yesus Kristus yang lebih ingin melayani daripada dilayani, Jemaat yang berkualitas, mewujudkan gereja, bangsa dan negara yang berkualitas,” jelas SHS yang diundang dalam kapasitas sebagai Tokoh Kristen Nasional.

Pada kesempatan yang sama, menurut Wakil Sekretaris Umum Gereja Protestan Indonesia, Pdt Liesje F.E. Makisanti STh MSi dan Ketua Pelaksana Harian Panitia CoU Pdt. Yerry Tawaluyan, bahwa pelaksanaan acara ini yang akan berlangsung tanggal 17 dan 18 Mei 2013 sebagai tindak lanjut dari acara Global Christian Forum yang dilaksanakan di Manado, oktober 2011, yang telah membentuk Indonesia Christian Forum, serta persiapan pelaksanaan Sidang Raya Dewan Gereja Se dunia pada tanggal 31 Oktober sd 8 November 2013 di Busan Korea Selatan. (hms)

Comments

comments

Posted by on 18 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *