Mendikbud dan Menkes Tandatangani Nota Kesepakatan RS PTN

Nota Kesepakatan antara Mendikbud dan Menkes.  foto : ist/*okz

Nota Kesepakatan antara Mendikbud dan Menkes. foto : ist/*okz

JAKARTA, Oke – Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan duduk bersama dan menandatangani nota kesepakatan terkait Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang sudah ada di 19 PTN yang memiliki Fakultas Kedokteran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa pihaknya sepakat mengelola rumah sakit ini bersama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan dari rumah sakit tersebut sekaligus menyelesaikan masalah yang ada sejak empat tahun lalu.

“Jadi, urusan ini sudah terjadi sejak empat tahun lalu. Saat ini, kami akhirnya duduk bersama agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dan 19 rumah sakit itu berjalan optimal,” kata Nuh saat penandatanganan nota kesepakatan bersama Kementerian Kesehatan di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Ia mengungkapkan bahwa 19 rumah sakit ini berada di PTN seperti Universitas Airlangga, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan lain-lain. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit pendidikan yang disebut dengan nama Rumah Sakit PTN.

“Ini juga untuk menengahi karena BPK sempat menjadikan ini sebagai temuan dari aset APBN yang tidak optimal pemanfaatannya,” ungkap Nuh.

Menteri Kesehatan Nafsiah Boi dalam sambutannya mengatakan “dalam hal ini, memang ada masalah rumah sakit yang didirikan belum dioptimalkan dan dioperasionalkan, kita tidak bisa melihat bagaimana cara mengatasinya. Maka kita hari ini bisa menandatangani keputusan bersama ini. Ini betul-betul suatu terobosan yang menyelesaikan satu masalah melihat dan mendengar di daerah, masa sih kita tidak bisa mementingkan rakyat,” tegasnya.

RS Universitas Sumatera Utara.  foto : ist/*skys

RS Universitas Sumatera Utara. foto : ist/*skys

Dia mengharapkan, rumah sakit yang terbengkalai akan secepatnya dibangun untuk melayani masyarakat. “Saya kira ke depan ada kolaborasi dan kerjasama untuk pelayanan RS daerah-daerah. Saya mengharapkan bahwa RS yang lain bisa dibangun, maka sarana pelayanan di daerah itu bisa segera diatasi, tentu merupakan hal yang positif untuk layanan masyarakat,” harapnya.

Nafsiah menambahkan, permasalahan pembangunan RS ini sudah bertahun-tahun adam namun belum diselesaikan.

“Bahwa ini suatu masalah yang sudah bertahun-tahun seperti pembangunan rumah sakit yang masih belum dibangun, dari segi biaya operasional, pelayanannya, dari segi jenjang karir seperti dokter selalu menjadi pemberi pelayanan. Kalau kita ingin lebih baik, Insya Allah bisa, saya lihat suatu yang positif untuk melangkah ke depan pelayanan kesehatan dan dunia pendidikan kedokteran. Insya Allah selain bisa diatur dan ada kepastian, di mana ada kemauan insya allah pasti ada jalan keluar,” imbuhnya. (ok/*/okz/kmp)

Comments

comments

Posted by on 18 May, 2013. Filed under Breaking News,Nasional,Pendidikan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *