Dekot Manado Diimbau Bentuk Parlemen Hijau

Aktivis sekaligus pemerhati dan pengamat lingkungan hidup di Manado dan Sulut, Reymoond Mudami.(foto:ist)

Aktivis sekaligus pemerhati dan pengamat lingkungan hidup di Manado dan Sulut, Reymoond Mudami.(foto:ist)

MANADO, OKE – Pihak DPRD Kota Manado ditawarkan untuk membentuk parlemen hijau, yang berfungsi untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan menjaga stabilitas iklim yang ada di Kota Manado ini. Menyusul, maraknya sejumlah pembebasan lahan yang berdampak pada penebangan pohon-pohon, terkait proyek-proyek industrial.

“Saya kira, para pemangku kepentingan, seperti pihak eksekutif dan legislatif, bisa mempertimbangkan hal ini. Sebab, dampak lain dari proyek-proyek industrial dan pembangunan yang sementara dijalankan, yakni penghancuran terhadap alam dan sejumlah lahan hijau di Manado,” kata aktivis, sekaligus pemerhati masalah lingkungan hidup, Reymoond Mudami.

Dirinya menjelaskan, kebutuhan untuk melestarikan alam di Manado dan Sulut ini, bisa mengimbangi lajunya ‘kerugian’ yang disebabkan oleh sektor industri, seperti polusi.

“Instrumennya sudah ada, yakni tentang bagaimana melestarikan lingkungan. Tinggal selanjutnya diwujudnyatakan oleh pihak eksekutif dan legislatif secara konkrit seperti pembentukan parlemen hijau,” terangnya.

Terkait hal ini, dirinya meminta agar setiap pihak juga berperan aktif, termasuk LSM dan media.

“Perlu perhatian utuh dari semua pihak sebenarnya, tapi diprakarsai oleh para pemangku kepentingan publik,” imbuh Mudami kembali.

Ketua Komisi B Dekot Manado, Lily Binti SE.(foto:okemanado/rep4)

Ketua Komisi B Dekot Manado, Lily Binti SE.(foto:okemanado/rep4)

Sementara itu, Ketua Komisi B Dekot Manado Lily Binti SE, ketika dimintai tanggapannya terkait hal ini, mengatakan, dirinya menyetujui apa yang disampaikan Mudami.

“Saya kira kita perlu ruang untuk memperhatikan alam di daerah ini. Banyak dari para pejabat sibuk memperhatikan kebutuhan ekonomis masyarakat, tanpa meluangkan waktu untuk menggenjot perhatian bagi alam,” ungkapnya.

Semestinya, dilanjutkan Binti, perhatian kepada iklim di Manado akan menunjang sektor pariwisata yang bukan hanya eksotis, tetapi juga segar dan bersih.

“Alam dan kondisi lingkungan yang hijau adalah aset terbesar yang harus dimanfaatkan. Dari dulu saya sering mengkritisi hal ini. Lihat saja, sampai sekarang, jalur hijau belum 100 persen terealisasi. Patut dipertanyakan kinerja pemerintah, soal ini,” tandasnya.(rep4)

Comments

comments

Posted by on 14 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *