Terbukti! Siska Makatey Meninggal Akibat Malpraktek di RS Kandouw

(foto: ist)

(foto: ist)

MANADO, OKE – Sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus dugaan malpraktek yang mengakibatkan korban Siska Makatey meninggal dunia saat melahirkan di Rumah Sakit (RS) Prof Kandouw dengan 3 (tiga) terdakwa yakni dr.Dewa Ayu Sasiary Prawani, dr.Hendrik Simanjuntak dan dr.Hendy Siagian, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (13/5).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romy Johanes SH menghadirkan Grace Makatey (kakak almarhum, red) sebagai saksi dalam persidangan. Di hadapan Majelis Hakim Armindo Pardede SH MAP (Ketua) dan anggota Verra Lihawa SH MH serta Willem Rompies SH, Grace menjelaskan, saat itu, 9 April 2010, Siska Makatey (korban, red) akan melahirkan dan dibawa ke Puskesmas Bahu. Namun, petugas Puskesmas memberikan rujukan ke RS Kandouw.

“Saat itu juga Siska langsung dibawa ke RS Kandouw. Tindakan operasi tidak diberitahukan ke keluarga, itu yang kami sesalkan,” kisah Grace.

Grace menambahkan, sebelum meninggal Siska sempat dibawa ke ruang operasi. Akan tetapi petugas rumah sakit tidak memberitahukan dimana ia akan dioperasi. Tidak lama kemudian salah satu dokter memberikan resep ke orang tua korban.

“Kami langsung membeli obat itu dan kami juga tidak dikasih tahu untuk apa obat itu,” kata Grace.

Keesokan harinya (10 April 2010, red), sekira pukul 22.00 Wita, pihak RS Kandouw memberitahukan Siska sudah meninggal. Jenazah kemudian dibawa ke rumah keluarga dengan mobil Ambulance.

“Yang bawa mobil jenazah itu adalah seorang perempuan dan bukan sopir khusus jenazah,” ujar Grace.

Mendengar kesaksian itu, Penasehat Hukum terdakwa langsung membantah dan mengatakan bahwa keterangan saksi tidak benar. Adu argumen pun tak terelakkan.

“Pak hakim yang mulia tidak ada sopir perempuan yang membawa mobil jenazah,” bantah penasehat Hukum terdakwa.

Sebelumnya, ketiga terdakwa divonis bebas oleh PN Manado. Atas putusan itu JPU mengajukan kasasi dan diterima Mahkamah Agung (MA). Pada putusan kasasi, MA membatalkan putusan PN Manado. Dalam perkara Nomor 365 K Pid/2012, tanggal 18 September 2012, MA menyatakan para terdakwa dihukum masing-masing 10 tahun penjara karena terbukti kealpaannya menyebabkan matinya orang lain.

Namun, sampai proses sidang PK,  ketiganya belum dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado. (Ibra)

Comments

comments

Posted by on 13 May, 2013. Filed under Berita Utama,Breaking News,Kriminal,Manado,Oke Manado. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *